Infeksi Saluran Kemih Memicu Infeksi Ginjal dan Menyebabkan Kematian

  • Whatsapp

Manado – Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Kandou mengadakan edukasi kesehatan tentang penyuluhan Infeksi saluran kemih (ISK) kepada pasien dan keluarga pasien Kamis (24 /6).

Menurut dr Octovianus Umboh sebagai pembawa materi, Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi ketika organ yang termasuk dalam sistem kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, mengalami infeksi. Umumnya, ISK terjadi pada kandung kemih dan uretra.

“berawal dari ginjal, zat sisa di dalam darah disaring dan dikeluarkan dalam bentuk urine. Kemudian, urine dialirkan dari ginjal melalui ureter, menuju kandung kemih. Setelah ditampung di kandung kemih, urine kemudian dibuang dari tubuh melalui saluran pelepasan yang disebut uretra, hingga bermuara ke lubang kencing,” ujar dr Octovianus.

Lanjut dia berdasarkan bagian yang terinfeksi, ISK terbagi menjadi ISK atas dan ISK bawah. ISK atas merupakan infeksi yang terjadi di bagian atas kandung kemih, yaitu di ginjal dan ureter. sedangkan ISK bawah adalah infeksi pada kandung kemih bagian bawah, yaitu kandung kemih dan uretra.

Baca Juga:  ROR-RD Tinjau Vaksinasi Anak di Tiga Lokasi

“ISK atas lebih berbahaya dan dapat memicu urosepsis, yaitu kondisi ketika bakteri di ginjal yang terinfeksi menyebar ke darah. Urosepsis bisa mengakibatkan tekanan darah turun hingga syok, bahkan kematian. Gejala infeksi saluran kemih sangat beragam, di antaranya demam, sakit di perut dan panggul nyeri saat buang air kecil atau anyang-anyangan.Kencing terasa tidak tuntas muncul darah dalam urine,”jelasnya.

Ditambahkannya penyebab infeksi saluran kemih adalah masuknya bakteri ke saluran kemih melalui lubang kencing. Meski bisa terjadi pada siapa saja, tetapi penyakit ini lebih sering dialami wanita, termasuk ibu hamil.Infeksi saluran kemih perlu segera diobati, agar tidak terjadi kerusakan ginjal permanen.

“infeksi saluran kemih bisa dicegah dengan beberapa cara, di antaranya memperbanyak konsumsi minum air putih. Membersihkan organ vital sebelum berhubungan intim. Gunakan pakaian dalam yang longgar dan berbahan katun,”pungkas dr Octovianus.

Sebagai bentuk apresiasi dari Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP Kandou yang dipimpin dr. Sekplin Sekeon, Sp.S, MPH bagi masyarakat yang telah berpartisipasi, lewat pertanyaan dalam kegiatan edukasi kesehatan ini diberikan gimik untuk keluarga pasien.

Baca Juga:  Tim Lantamal VIII Siap Berlaga di Perlombaan Perairan KASAL CUP 2019

 (Benyamin)

Pos terkait