Menag Yaqut Cholil Quomas di Webinar STT Ekumene Mengajarkan Cara Melayani Tuhan

  • Whatsapp

Jakarta, Manadonews.co.id – Menteri Agama, Yaqut Cholil Quomas, mengatakan bahwa agama adalah perekat bagi semua pemeluknya.

Dikatakan Gus Yaqut pada Webinar Nasional Lintas Agama Kedamaian dalam Keberagaman yang diadakan Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta (STT Ekumene Jakarta), Sabtu (26/6/2021), agama hadir dan membawa nilai perdamaian dan persatuan. Tidak satupun agama yang mengajarkan perpecahan.

Bacaan Lainnya

“Tuhan adalah kebenaran, artinya melayani Tuhan adalah melayani kebenaran. Baiklah kita selalu jujur dalam keadaan apapun. Inilah cara kita melayani Tuhan. Semoga hasil diskusi ini bisa menjadi kebaikan untuk negara kita,” jelas Gus Yaqut.

Sementara Thomas Pentury, Direktur Jenderal Bimas Kristen Republik Indonesia,
menjelaskan bahwa diskusi antar agama perlu dilakukan.

“Jika tidak ada dialog antar agama, maka akan terjadi stagnansi dalam peradaban kemanusiaan,” terang Thomas Pentury.

Thomas Pentury menambahkan, bahwa ekslusivitas hanya melahirkan kekerasan.

“Karena ada rasa eksklusivitas, maka tidak ada dialog. Tidak ada dialog, maka tidak ada pemahaman bersama antar agama. Tidak ada pemahaman dan pengetahuan antar satu sama lain, maka konflik cenderung terjadi,” kata Pentury.

Baca Juga:  Peringkat 3 Nasional Penilaian BKN Diharapkan Membawa BERKAH bagi Bolsel

Webinar zoom juga dihadiri Antonius Benny Susetyo, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Komaruddin Hidayat (Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia), Suku Dharmasunho Mahathera (Sesepuh Sangma Theravada Indonesia), Erastus Sabdono (Ketua STT Ekumene Jakarta) sebagai narasumber, serta moderator Andreas Wurjanto (Dosen STT Ekumene Jakarta).

Acara diikuti kurang lebih 600 peserta, yang terdiri dari civitas akademika Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta dan pihak-pihak lain dari berbagai kalangan. (JerryPalohoon)

Pos terkait