Ternyata 94 Persen Kematian akibat Covid-19 karena belum Divaksin, Makanya Pemkot Manado terus Menggenjot Program Vaksinasi

  • Whatsapp

Manado – Masih banyak orang belum percaya jika vaksinasi dapat menghambat laju penyebaran Covid-19.

Bacaan Lainnya

Nah, penjelasan dari ahli Virologi dan Molekuler Biologi Universitas Udayana, Prof. I Gusti Ngurah Mahardika ini, mungkin bisa membuka wawasan dan menambah pengetahuan masyarakat bahwa vaksinasi itu penting.

Menurut Prof. I Gusti Ngurah Mahardika, vaksinasi sangat penting dilakukan untuk meminimalisir risiko berat dari virus Covid-19.

“Vaksinasi memang tidak membuat seseorang bebas dari paparan Covid-19, namun dengan vaksinasi bisa menurunkan risiko berat atau bahkan kematian,” jelas dia.

Vaksinasi juga mampu mengurangi tekanan terhadap rumah sakit karena meringankan gejala infeksi pada pasien.

“Untuk itu amat penting divaksin untuk mengurangi risiko berat,” tukas Prof. Mahardika dilansir dari Detik.com, Jumat (23/7/2021).

Tingginya angka kematian harian, menurut Prof. Mahardika, efek vaksinasi memang baru terlihat terhadap laju penyebaran Covid-19 jika yang divaksin paling tidak 50 persen.

Baca Juga:  Lomban Resmikan Gedung Perempuan dan Anak Kota Bitung

Dia mencontohkan, di negara yang capaian vaksinasi Covid-19 di atas 50 persen, seperti Amerika Serikat dan Inggris, angka kematian rendah walau lonjakan kasus positif kembali tinggi.

Hal itu juga dibenarkan oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono. Dia menegaskan keampuhan vaksin baik bagi mereka yang terserang Covid-19 maupun bagi yang belum.

Menurutnya, berdasarkan data yang dipegang Kemenkes tercatat sebagian besar pasien meninggal akibat Covid-19 merupakan mereka yang belum divaksin.

“Laporan terakhir angka kematian akibat infeksi Covid pada beberapa saat ini, 90 persen sampai 94 persen adalah mereka yang belum divaksinasi, dengan adanya vaksinasi akan memberikan respon imun tubuh yang lebih baik. Baik itu apabila belum terinfeksi maupun setelah terinfeksi,” tuturnya.

Pemerintah Kota Manado juga kini tengah menggenjot pelaksanaan vaksinasi. Data terakhir, 28 Juli 2021 yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulut, Kota Manado untuk vaksinasi tahap 1 mencapai 80.3 persen sedangkan untuk V
vaksinasi tahap 2 baru 23.26 persen.

Walikota Manado Andrei Angouw terus mengimbau warga Kota Manado segera melakukan vaksinasi.

Baca Juga:  Wagub DKI Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasus Lahan di Cengkareng Barat

“Saya mengimbau warga Manado untuk segera lakukan vaksinasi. Bagi yang belum lakukan ‘full vaccination’ segera dilakukan di lokasi yang sudah disediakan oleh pemerintah kota,” tukas Andrei Angouw. (JerryPalohoon)


Pos terkait