Khotbah Minggu: “Jangan jadi Kristen Abal-abal”

  • Whatsapp

Tombulu, Manadonews.co.id Mengikut Yesus mengandung risiko dengan konsekuensi meninggalkan kebiasaan lama dan siap menderita.

Demikian khotbah Pdt. Hana Ireine Tamunu, S.Th, ketika memimpin ibadah Minggu (12/9/2021) pagi, di jemaat GMIM Alfa-Omega Rumengkor.

Bacaan Lainnya

Pembacaan Alkitab, Matius 4: 18-22, dengan judul “Yesus memanggil murid-murid yang pertama”.

“Konsekuensi berarti risiko. Setiap perbuatan atau pekerjaan yang dilakukan manusia harus siap menerima konsekuensi,” jelas Pendeta Hana.

Dikatakan Pendeta Hana Tamunu, nelayan yang adalah penjala ikan dan petani yang memproduksi bahan pokok makanan adalah dua profesi yang mendominasi pokok-pokok pembacaan di Alkitab.

Ketika Elisa mengikuti Elia maka Elisa meninggalkan pekerjaannya sebagai petani.

“Mengikuti Yesus harus keluar dari zona nyaman keseharian yang dilakukan manusia. Terlibat langsung dalam panggilan tugas gereja melayani dan bersekutu,” kata Pendeta Hana.

Baca Juga:  Ester dan Mordekhai Contoh Paripurna Praktik Ketulusan Mendahului Penghargaan

Tuhan tidak memandang muka asalkan bertobat. Yesus mencari pengikutnya bukan dari kalangan bangsawan, tapi justru Yesus mencari orang-orang dari kalangan bawah.

“Ketika dipanggil Yesus mereka langsung siap dan rela meninggalkan pekerjaan lama bahkan meninggalkan keluarga,” terang Pendeta Hana Tamunu.

Jangan berpikir, mengikuti Yesus pasti semua akan aman, justru sebaliknya sebagai pengikut Yesus akan menghadapi banyak tantangan dan penderitaan.

Barang siapa yang tidak memukul salib tidak bisa menjadi pengikut Yesus.

“Tapi, jangan takut dan jangan cemas, karena jika mengikuti Yesus maka kita akan menjadi pemenang,” terang Pendeta Hana.

Mengikuti Yesus harus belajar menderita, rendah hati dan mengasihi. Memang mengucapkan itu mudah tapi yang sulit ketika melakukan.

Pekerjaan mengikut Yesus bisa dilakukan semua orang. Hal yang harus dilakukan sebagai pengikut Yesus, menyerahkan totalitas hidup dan menderita bersama Yesus. Belajar dan mengambil bagian dalam misi pelayanan Yesus.

“Jangan jadi Kristen abal-abal, orang Kristen KTP, jadilah orang Kristen yang sebenarnya. Pemilihan Pelsus nanti bukan pekerjaan main-main. Ikut Yesus dalam persekutuan gereja yang benar,” pungkas Pendeta Hana Tamunu.

Baca Juga:  Khotbah Minggu Satu Hati Satu Suara

Ibadah dihadiri BPMJ, Pelsus dan jemaat secara terbatas, mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Hadir, Ketua BPMJ Pdt. Yudha Adam Malonda Kawengian, S.Th, Wakil Ketua Pnt. Yoppy Warbung dan Bendahara Sym. Dra. Meiske Pangemanan.

(JerryPalohoon)

Pos terkait