TAHUNA, MANADONEWS.CO.ID – Kerajinan tangan khas warga Desa Bowongkulu dan Bowongkulu I Kecamatan Tabukan Utara tetap eksis memproduksi kerajinan dengan media anyaman bambu guna memenuhi biaya hidup ditengah pandemi saat ini.

Berbeda dengan produksi-produksi di beberapa tahun sebelumnya yang banjir orderan kali ini para pengrajin yang terbagi dalam sepuluh kelompok itu sepi pesanan akibat pandemic covid.
“Situasi covid saat ini sangat mempengaruhi hasil produksi, turunnya pun sangat jauh. Sebelumnya kami selalu ada stok kali ini kami hanya menunggu pesanan masuk” ungkap Samsi Mangempaus yang juga sebagai ketua pengrajin bambu batik Desa Bowongkulu I.

Pantauan media ini Sabtu (02/10) para pengrajin lebih memilih memanfaatkan bengkel dirumah mereka walaupun tempat untuk produksi sudah disiapkan namun hingga sekarang para pengrajin enggan menempatinya karena masalah administrasi yang dinilai belum selesai.












