Manado, MANADONEWS –
Serasehan Nasional ‘Merajut Kerukunan dan Merawat Toleransi’ akan menjadi rangkaian pembuka Pekan Kerukunan Internasional dan Konferensi Nasional (Konas) ke VI Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Sulawesi Utara (Sulut).
Pembukaan akan dihelat di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara (Minut), Rabu (17/11/2021).
Ketua Harian Panitia Pelaksana, Evans Steven Liow, kegiatan ini dirangkaikan dengan Pencanangan Minahasa Utara sebagai Bumi Revolusi Mental.
Dia menjelaskan, agenda diisi sambutan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi dengan Keynote Speaker Ketua DPR-RI Puan Maharani.
Pagelaran dengan tema ‘Torang Samua Ciptaan Tuhan’ dijadwalkan dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan ditutup oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Menurut Steven Liow, kegiatan ini membahas isu central terkait kesenjangan sosial, kemiskinian dan pendidikan. Yang dikemas dalam kerukunan. “Dirancang untuk mendorong Indonesia hidup rukun, aman dan nyaman,” kata Liow saat jumpa pers, Selasa (16/11) di Manado.
Liow mengatakan, Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw telah menjadi inisiator Pekan Kerukunan Nasional tahun 2018.
“Waktu itu sukses luar biasa. FKBU se-Indonesia memandatkan Sulut menjadi tuan rumah,” beber Liow.
“Gagasan ide untuk mendorong agar supaya hidup rukun, aman dan nyaman melakui kegiatan ini juga dari pak Gubernur Olly dengan filosofi Torang Semua Ciptaan Tuhan,” tuturnya.
Ketua FKUB Sulut Lucky Rumopa mengatakan, mengharapkan dukungan dan partisipasi masyarakat Bumi Nyiur Melambai agar iven tersebut berjalan lancar dan sukses.
“Pemerintah Republuk Indonesia dalam hal ini pak Presiden Joko Widodo menetapkan tahun 2022 tahun toleransi. Sehingga kegiatan ini dapat dikaitkan kickoff dari kegiatan itu. Ya menjadi pilot project. Starting line untuk tahun depan tahun toleransi,” tegasnya.
Terlebih, lanjut dia, dalam kegiatan ini juga bakal dihadiri duta-duta besar dari negara luar.
“Berdasarkan jadwal akan dihadiri 27 duta besar. Mereka bicarakan tema kerukunan. Ini sudah menjadi tema global,” tukasnya.
Menariknya, dalam Konas VI nanti, kata Rumopa akan dibicarakan Undang-undang baru terkait dengan FKUB.
“Konas akan cetuskan Undang-undang baru. Sehingga penganggaran juga berdasarkan APBN. Gerakan di bawah FKUB hanya dibiayai non taktis dari hibah,” terangnya didampingi Staf Khusus Gubernur Victor Rarung.
Rumopa menambahkan pada iven ini direncanakan akan ditutup oleh Wakil Presiden Maruf Amin. Kegiatannya di Bukit Inspirasi Kota Tomohon.
“Dalam kegiatan juga akan disematkan tokoh plural kepada pak Gubernur Olly Dondokambey. Prasasti telah dibuat kegiatan sudah maksimal mungkin. Sinergi dengan Pemkot Tomohon, tadi sudah rapat denan pak Walikota Tomohon,” tandasnya.
Berikut rundown selama enam hari iven Pekan Kerukunan Internasional dan Konas ke VI Forum FKUB
• 17 November
• Pencanangan Minahasa Utara sebagai Bumi Revolusi Mental dan Sarasehan Nasional ‘Merajut Kerukunan dan Merawat Toleransi’.
• Pembukaan Kerukunan dan Legislatif Expo SulutGo
• 18 November
• Pentaloka dan Lokakarya ‘Membangun Indonesia Aman dan Nyaman
• Sidang Pleno dan Ruang Khusus Asosiasi FKUB se-Indonesia
• 19 November
• Konas FKUB ke-VI se-Indonesia
• Pemaparan 6 majelis tinggi
• 20 November
• Ziarah ke rumah-rumah ibadah
• 21 November
• Anjangsana Kerukunan
• 22 November
• Acara penutupan dan pencanangan Kota Tomohon sebagai Kota Toleransi se-Indonesia
(Youngky)












