Manado – Penemuan 5 kasus probable varian Omicron, yakni 2 kasus dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari Amerika Serikat dan Inggris. Lalu, 3 kasus probable lainnya merupakan Warga Negara Asing (WNA) dari Tiongkok yang datang ke Manado, membuat pemerintah menaikkan level kewaspadaan penyebaran virus varian baru dari virus Covid 19.
Menurut Walikota Manado Andrei Angouw melalui Kadis Kominfo Erwin Kontu, langkah pertama adalah pengetatan di semua pintu masuk daerah seperti bandara dan pelabuhan dengan menerapkan system karantina selama 14 hari bagi WNI yang melakukan perjalanan dari luar negeri dan WNA yang berkunjung ke Indonesia.
Kedua, program vaksinasi dipacu agar semua warga Manado sudah disuntik vaksin.
“Hal ini karena dengan adanya vaksinasi lengkap maka pandemic virus ini bisa diputus,” jelas Erwin Kontu melalui pesan tertulis kepada wartawan, Minggu (19/12/2021).
Sesuai data valid 80 persen warga yang meninggal karena tertular virus Covid-19 varian delta disebabkan karena tidak divaksin.
Apalagi, Omicron dikabarkan memiliki penularan yang lebih tinggi dari varian Delta, meski belum ada bukti bahwa varian ini meningkatan efek keparahan terharap orang yang terpapar.
“Gejala-gejala virus Covid-Omicron baru ini adalah tidak batuk dan tidak ada demam, namun akan banyak merasakan nyeri sendi, sakit kepala, nyeri di leher, sakit punggung bagian atas dan pneunomia,” tukas Kontu.
Lanjut dia, Covid Omicron lebih mematikan dari gelombang pertama Covid-19. Masyarakat harus berhati-hati dan mengambil segala macam tindakan untuk memperkuat pencegahan virus.
“Jangan lupa segera vaksin bagi yang belum lengkap bahkan belum sama sekali. Sayangilah dirimu, sayangilah keluargamu, serta sesamamu sehingga Manado segera mencapai herd imunity,” pungkas Erwin Kontu meneruskan pesan Walikota.
(JerryPalohoon)












