banner 600x160
AgamaBerita TerbaruBerita UtamaMinahasa

Ini Akibat jika Yesus Menjawab Pertanyaan Pilatus Dia adalah Raja

×

Ini Akibat jika Yesus Menjawab Pertanyaan Pilatus Dia adalah Raja

Sebarkan artikel ini

Tondano, Manadonews.co.id Hari ini penghayatan Minggu sengsara kelima. Menghayati arti kesengsaraan Yesus.

Demikian khotbah Pdt. Hana Ireine Tamunu, S.Th, ketika memimpin ibadah Minggu pagi (3/4/2022), di jemaat GMIM Alfa-Omega Rumengkor, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa.

MANTOS

Pembacaan Alkitab, Markus 15: 1-15, dengan judul Yesus di hadapan Pilatus.

“Pilatus mengajukan pertanyaan kepada Yesus. Tuduhan paling mencolok adalah Engkaukah raja orang Yahudi?

Pilatus bertanya kepada-Nya: “Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus: “Engkau sendiri mengatakannya.”

“Kepercayaan orang Yahudi raja mereka adalah Herodes,” jelas Pendeta Hana.

Jika Yesus disebut raja menandakan ada pemberontakan di zaman itu. Jika Yesus adalah raja, di manakah kerajaanNya?

“Jika Yesus menjawab pertanyaan Pilatus bahwa Dia adalah raja, maka akan memudahkan Pilatus menghukum Yesus,” tambahnya.

Tidak ada bukti kuat menghukum Yesus dengan tuduhan menistakan agama.

Puji-pujian Kolom 1

Imam-imam kepala bersama tua-tua dan ahli-ahli Taurat dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mupakatnya.

Mereka menyerahkan Yesus karena dengki, namun Pilatus tidak bisa menolak keinginan orang banyak untuk menyalibkan Yesus dan membebaskan Barabas.

“Pilatus lebih memilih keamanan di wilayahnya dari pada menegakkan kebenaran dan keadilan,” urai Pendeta Hana.

Ketika suatu kebenaran diabaikan maka tidak akan nampak kebaikan, justru tindakan melukai hati tidak mendatangkan damai sejahtera.

“Sebagai pendeta sering menghantui sebagai pengajar pekabaran Injil. Jika pribadi tidak bisa menjadi teladan meskipun sebagai pendeta, kalau sudah tidak bisa menjadi garam dan terang dunia. Tuhan Yesus harus mati sehingga Firman digenapi,” terangnya.

Alasan apapun Pilatus membela Yesus tidak akan mempan karena kebencian hati banyak orang kepada Yesus.

Mereka dengki karena iri kepada Yesus. Mereka menghendaki membebaskan Barabas si penjahat, pembunuh, daripada membebaskan Yesus.

Mereka berteriak, salibkan Dia! Sikap Yesus hanya diam dan tenang.

“Orang Yahudi kala itu memilih kutuk daripada berkat,” kata Pendeta Hana.

Mintalah kuasa Tuhan dari segala tuduhan yang tidak kita lakukan. Tuhan selalu membela orang yang benar.

“Di mana ada kebenaran di situ ada damai sejahtera dan sukacita,” pungkas Pendeta Hana Tamunu.

Hadir di ibadah, Ketua BPMJ Pdt. Yudha Kawengian, S.Th, Wakil Ketua Pnt. Yopy Warbung, Sekretaris Dkn. Lenda Manorek, Bendahara Dkn. Vonny Pondaag, Pelsus dan jemaat Kolom 1 hingga 16.

Juga hadir Vikaris Pdt. Eunike Sumenge, S.Th dan Vikaris Pdt. Androansi Walujan, S.Th.

(JerryPalohoon)

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d