Manado – Kepala Staf Kodam XIII/Merdeka Brigjen TNI Luthfie Beta dan Wakil Ketua Persit KCK Daerah XIII/Merdeka, Ipung Luthfie Beta didampingi Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast beserta Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Ircham Effendy, meninjau lokasi bencana longsor dan penggungsian korban pasca bencana longsor abrasi air laut, Sabtu (18/6/2022) di Kelurahan Bitung, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Komandan Kodim (Dandim) 1302/Minahasa Letkol Inf Ircham Effendy ketika diwawancarai Manadonews.co.id via telepon genggamnya menyampaikan bahwa Kasdam XIII/Merdeka bersama rombongan turun langsung ke lokasi bencana untuk mengecek sejauh mana dampak yang terjadi dan menghimbau warga agar tetap berhati-hati atas potensi bencana yang terjadi dan juga sebagai bentuk rasa empati dan kepedulian serta memberikan bantuan sosial berupa paket sembako.
“Keberadaan kita TNI dalam hal ini Kodim 1302/Minahasa harus bisa menjadi manfaat untuk masyarakat dan harus mampu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana dan berbuat yang terbaik,” ungkap Letkol Inf Ircham Effendy.
Dandim menjelaskan dari awal sudah turunkan sebanyak 311 personil, yang ada di posko sebanyak 50 personil di tambah dengan personil dari Bekang untuk membantu memasak di dapur umum penggungsian dan untuk petugas kesehatan mereka bertugas tiap hari melakukan pengecekkan kesehatan kepada para penggungsi
“Saya pastikan untuk berbagai kebutuhan dan kesehatan dari para penggungsi dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Pamen kelahiran asal Jawa.
Ditambahkannya, saat ini untuk jumlah keseluruhan korban dari 2 lokasi yakni Posko pertama di Kelurahan Uwuran 2, posko kedua di Kelurahan Lewet yang berhasil dievakuasi berjumlah 130 kk dengan 438 jiwa yang terdiri dari orang dewasa, lansia, balita, anak anak dan ibu hamil. Sedangkan untuk posko ketiga letaknya di Kelurahan Bitung posko Korem di mana tempat tersebut kita dirikan posko untuk menjaga masyarakat yang ingin melihat lokasi kejadian.
“Massa panik para korban sudah terlewati tetapi untuk beraktifitas kembali kami masih melarangnya dikarenakan tidak menutup kemungkinan kejadian yang sama akan terulang kembali,” tutup Dandim 1302/Minahasa.
(Regina.TS)












