Ngopi Bareng Olly Dondokambey, Ganjar Ceritakan Salam Komando dengan Bambang Wuryanto

Jakarta, MANADONEWS –
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali I Wayan Koster tampak ngopi bersama di sela kegiatan Rakernas PDIP.

Ketiga gubernur itu duduk sejajar bersama Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga. Olly yang juga Bendahara Umum PDIP itu juga menanyakan apakah kolega separtainya itu ingin mengopi bersama.

Wayan mengiyakan, sedangkan Ganjar menyampaikan sudah membawa air mineral sendiri sembari menunjukkan botol minumannya.

“Ini kopi dari Bali,” kata Olly sambil tertawa di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (22/6).

Ganjar lalu menceritakan pengalamannya selama tiga hari bermalam di bangsal Sekolah Partai. Dia menilai fasilitas yang dimiliki sekolah partai sudah cukup baik.

Eks anggota Komisi II DPR RI menceritakan dalam kegiatan partai bersama Olly dan Wayan di masa lampau, pernah menikmati fasilitas yang lebih buruk dari Sekolah Partai ini.

“Dulu di Ciawi,” kata Wayan.

“Sekolah Partai ini masih lebih baik,” timpal Ganjar.

Ganjar lalu berseloroh kepada Olly sebagai bendahara umum partai agar memperhatikan besi bangsal. Sebab, tempat tidur bertingkat itu ketika orang yang menempati bergoyang, maka gesekannya mengeluarkan bunyi.

Baca Juga:  Delapan Siswa Diciduk Team Terpadu Gunakan Kondom

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menepis adanya keretakan antara dirinya dengan PDIP, khususnya Ketua DPD Jawa Tengah sekaligus Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto.

Dia mengatakan hubungannya dengan PDIP dan Bambang Wuryanto tak ada masalah. Mereka pun sempat melakukan salam komando. Dia pun memastikan tunduk dengan keputusan partai, terutama perintah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Salam komando, ya, kami tunjukkan. Ini, kan, rakernas, kami mesti kompak dari perintah Ketum. Targetnya, ya, kami semua mesti bekerja, sesimpel itu saja dan semua tersenyum,” jelas Ganjar.

Diketahui, sebelumnya Ganjar dan DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul melakukan salam komando sebelum mulainya acara pembukaan Rakernas PDIP.

Bambang Pacul mengungkap makna penting dari salam komando antara dirinya dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Menurutnya, salam komando menandakan dirinya dan Ganjar sudah dalam satu barisan mendukung keputusan partai menyangkut pesta demokrasi 2024.

“Artinya kami siap menerima komando. Pak Ganjar dan Bambang Pacul siap menerima komando sebagai sesama kader partai. Siapa yang beri komando? Paham sendiri. Jadi artinya sudah satu komando bos,” kata Bambang Pacul lalu bersiul usai mengikuti pembekalan kader PDIP saat Rakernas II 2021 di Sekolah Partai, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2022).

Baca Juga:  Ini Harapan Tatong Bara Kepada 10 Anggota DPRD Provinsi Sulut Asal BMR

Bambang Pacul mengatakan salam komando antara Ganjar dengan dirinya menandakan ada satu frekuensi yang sama.

“Kalau bicara satu frekuensi dan tidak itu dikau yang mengartikan. Bambang Pacul tidak mengartikan, tetapi salam komando dimana pun artinya sama. Siap menerima perintah,” ujar Pacul.

Bambang Pacul sebelumnya sempat menggunakan diksi celeng bagi sukarelawan Ganjar asal PDIP yang terang-terangan mendukung Gubernur Jawa Tengah itu.

Menurut dia, diksi celeng tidak berlaku lagi bagi PDIP. Sebab, diksi tersebut hanya dipakai apabila ada kader yang menyimpang dari garis partai.

“Siapa pun kalau ini, kan, kata-kata Pak Sidik Djojosukarto. Ketika sedikit ada ini, waktu PNI itu, kan, mohon izin, lah, bahasa celeng dan banteng itu beliau. Maka orang-orang PNI lama kalau melihat anaknya nakal, “oh celeng kamu”. Karena tidak nurut, tidak berada dalam barisan,” ungkap Bambang Pacul.

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah itu kemudian mengapresiasi langkah Ganjar yang patuh mengikuti setiap kegiatan partai, termasuk pembekalan kader saat Rakernas II di Sekolah Partai.  

Baca Juga:  Buka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup, SWM: Sanksi Tegas Buat Tim yang Buat Onar

“Sudah dua hari di sini dan tidur bersama-sama di dalam seperti seorang mahasiswa. Kira-kira kalau kalimat begitu dikatakan apakah Ganjar menurut dengan perintah partai atau ndak. Sampean sendiri yang merumuskan,” tandasnya.

(Youngky/***)

Pos terkait