Undang Camat dan Lurah, Penjabat Bupati Rembuk Aksi Penurunan Stunting

Penjabat Bupati Kab. Sangihe, Sulawesi Utara dr Rinny Tamuntuan

Tahuna, MANADONEWS.CO.ID – Rabu (22/6/2022) bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati  Sangihe, Penjabat Bupati dr Rinny Tamuntuan membuka secara resmi Rembuk Aksi Penurunan Stunting Tahun 2022.

Penjabat Bupati dr Rinny Tamuntuan dalam sambutannya mengatakan, dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas merupakan syarat untuk membawa Indonesia Maju pada Tahun 2045.

Bacaan Lainnya

Namun penyiapan SDM unggul masih menghadapi tantangan dengan masih tingginya angka kasus stunting di Indonesia.

“Karena itu permasalahan nasional ini terus kita tangani bersama baik oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan juga pemerintah kabupaten/kota,” jelasnya.

Mengevaluasi kasus stunting di Kabupaten Kepulauan Sangihe dimana untuk Tahun 2022 sesuai data per Februari 2022 berada diangka 308 jumlah kasus stunting dengan prevalensi 5,92 %.angka prevalensi stunting ini mengalami penurunan dibanding data per agustus 2021 di angka 8,30%.

“Penurunan angka prevalensi ini menunjukan kinerja yang baik dari semua pemangku kepentingan dalam percepatan penurunan stunting di daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, karena itu saya memberikan apresiasi atas sinergitas yang telah terjalin dari semua stakeholder,” sebutnya.

Baca Juga:  Audiens dengan Kepala Perpustakan Nasional, Tamuntuan Lobi Gedung Perpustakan Daerah

Kedepan menjadi tantangan bagi kita semua karena dalam upaya penurunan stunting, maka sesuai salinan keputusan menteri perencanaan pembangunan nasional Nomor: Kep. 10/M.PPNN/Hk/02/2021 Tentang Penetapan Perluasan Kabupaten/Kota lokus fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi Tahun 2022.

“Maka Kab/Kota lokus fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi perlu diperluas dari 360 Kab/Kota Tahun 2018-2021 menjadi 514 Kab/Kota pada Tahun 2022 dan Kab. Kepl. Sangihe termasuk dalam lokus Tahun 2022 yang akan dinilai kerjanya oleh tim percepatan penurunan stunting melalui tim penilai yang ditetapkan oleh gubernur sulawesi utara pada Tahun 2023,” terang Tamuntuan.

Hal ini tentu semakin mendorong semangat kita bersama dalam berbagai langkah yang kita ambil untuk percepatan penurunan stunting melalui langkah-langkah intervensi sebagaimana kunci pencegahan stunting dan penanganan kasus stunting.

“Rembuk stunting yang kita laksanakan di hari ini saya harapkan tidak hanya sekedar kita lakukan sebagai salah satu tahapan dari 8 aksi konvergensi penurunan stunting, tetapi dari sini benar-benar memperkuat komitmen kita semua baik selaku pemerintah maupun sektor non pemerintah dan masyarakat untuk menyepakati komitmen, rencana dan langkah yang akan diambil dalam intenvensi penurunan stunting,” tegasnya.

Baca Juga:  Gubernur Olly Beri Motivasi Peserta NNS 2019

Pos terkait