Manado – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) menanggapi positif kegiatan dan upaya Pemprov Sulut.
Eddy Paputungan dan Hence Karamoy yang hadir mewakili Apindo dan PHRI Sulut mengungkapkan konsisten dengan pekerja yang memiliki keterampilan dan disiplin tinggi.
“Kegiatan ini sangat baik dan kami mendukung upaya pemerintah provinsi Sulut yang sangat berguna bagi para pencari kerja apalagi 350 tenaga kerja mengikuti program pemagangan dalam negeri di mana output magang yakni bahwa mereka bisa jadi tenaga kerja yang bersaing dan memiliki kompetensi,” tutur Edy Paputungan.
Koordinator Bidang Penyelenggaraan Pemagangan Dalam Negeri Kementerian Ketenagakerjaan, Subandi, dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Republik Indonesia memberikan apresiasi atas kepedulian Olly Dondokambey selaku pemimpin daerah terhadap kompetensi calon-calon tenaga kerja sekaligus memberikan dorongan pada solusi perbaikan perekonomian terutama produkvitas tenaga kerja pasca pandemi Covid-19.
“Hal menarik di mana peserta pemagangan turut dilindungi program dari BPJS Ketenagakerjaan dan selama magang, peserta akan menerima uang saku satu juta rupiah per bulan,” terang Subandi.
Diketahui, komitmen pemerintah daerah Sulawesi Utara (Sulut) untuk menyiapkan calon tenaga kerja yang siap kerja dan memiliki kompetensi terus dilakukan.
Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakannya kegiatan ‘kick off’ oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, yang diwakili oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erny Tumundo, Jumat (15/7/2022), di salah satu hotel di Kota Manado.
350 tenaga kerja mengikuti program pemagangan dalam negeri yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, yang bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja. Mereka akan magang di sejumlah perusahaan di Sulawesi Utara selama 5 bulan.
“Yang magang di sektor industri dan manufaktur ada 260 orang. Sementara sektor pariwisata ada 90 orang. Yang 90 ini merupakan tambahan dari Kemenaker,” ujar Kadis Erny Tumundo.
Erny Tumundo menambahkan, bahwa dengan koordinasi antara Kadin dan Apindo, Sulut bisa menyiapkan para calon tenaga kerja yang bisa langsung memasuki dunia kerja usai melakukan program magang. Diharapkan melalui program ini dapat menurunkan angka pengangguran di daerah Sulawesi Utara.
‘Kick off’ dibuka secara simbolis dengan penyematan tanda peserta dilanjutkan dengan pemukulan totengkoren.
“Dengan pemukulan tetengkoren ini maka program pemagangan dalam negeri 2022 resmi dilaunching atau dimulai,” kata Tumundo.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Manado, Paul Sualang, Kadisnaker Minahasa, Djefry Sajow, dari Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP) yang didalamnya ada Kadisnaker Sulut, Erni Tumundo, Asosiasi HRM Perhotelan, Hany Manumpil.
Juga hadir dari PT. Asuransi Jiwasraya, Ridwan Labadjo, Kabid Latpenta, Lucky Taju, Robert Najoan dari Aprindo Sulut, Apindo Sulut, Edy Paputungan, PHRI Sulut, Hence Karamoy, Hasjrat Abadi, Flanny Karongkong, Kadin Sulut, Judy Saerang, Asosiasi Pengelolaan Ikan Laut, Basmi Said, Asosiasi LPK, Stenly Rantung, Pengelola Kawasan KEK Likupang, Julita Wowor, Kasie Pelatihan Tenaga Kerja BLK Bitung, Deny Mewengkang, serta Kasi Pelatihan dan Produktifitas, Purwanto.
Langsung ke konten












