DP3A Sulut Kerja Keras Lakukan Pendampingan, Catat 208 Kasus

Manado, MANADONEWS – Dinas PPPA Sulut melalui UPTD PPA setidaknya mencatat ada 208 kasus kekerasan pada perempuan dan anak pada periode 1 Januari hingga 6 september 2022.

Berdasarkan informasi yang diterima, Rabu (7/9/2022) melalui UPTD PPA Dinas P3A Daerah Sulut, sampai 6 september 2022, ada 66 kekerasan dengan korban dewasa dan 142 kekerasan dengan korban anak.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPPA) Sulut, dr Kartika Devi Tanos mengatakan angka kekerasan pada perempuan dan anak terbilang tinggi hingga 6 september 2022 sesuai laporan yang ada.

“Ada sejumlah kasus kekerasan pada perempuan dan anak telah kami tangani. Gerakan cepat (gercep) kami terus lakukan pendampingan. Seperti pendampingan melalui hukum, pendampingan psikolog pendampingan dokter dan pendampingan rohaniawan,” ujarnya..

Bahkan sampai saat ini kata dr Devi, dirinya memonitor terus kasus yang masuk.

Baca Juga:  Alasan Ini sehingga Pemprov Sulut Hentikan Sementara Penyuntikan Vaksin AstraZeneca

“Dengan membuka aduan kekerasan terhadap anak dan perempuan selama 1X24 jam. Dan langsung ditindaklanjuti,” tegasnya.

dr Devi menyebutkan dalam rangka mengoptimalisasi upaya perlindungan perempuan dan anak yang saat ini berada dalam situasi kerentanan pada masa pandemi Covid-19.

“Dengan melihat kenyataan tersebut, pemerintah provinsi, maupun kabupaten kota serta stakeholder terkait harus bergerak,” ucapnya.

Dikatakannya, dengan jumlah kasus saat ini belum juga menggambarkan keseluruhan kasus kekerasan yang ada yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

“Angka ini hanya kasus yang masuk pelaporan langsung di UPTD PPA. Ada juga kasus-kasus yang dilaporkan di kepolisian ataupun UPTD PPA yang sudah terbentuk di kabupate/kota,” ujarnya.

“Kita bisa melihat bahwa itu kondisi yang dialami oleh anak dan perempuan kita bahwa memang angka ini terus meningkat sejak tahun 2020, 2021 hingga 2022. Peningkatan kasus ini bukan dilihat dari kasusnya meningkat tapi lebih ke beraninya para korban dan keluarga untuk melaporkan. Tentunya kami dari pemprov dan kab/kota yang ada bekerjasama dengan aparat kepolisian berusaha lebih kerja lagi untuk melakukan pendampingan,” tandasnya.

Baca Juga:  Optimalisasi Investasi, Strategi Gubernur OD Genjot Ekonomi Sulut

(*)

Pos terkait