BRIN: Presidensi G20 Momentum Indonesia Berperan Lebih Aktif di Riset

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko berbicara dalam konferensi pers di Gedung BJ Habibie BRIN di Jakarta, Rabu (19/10/2022). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak

Jakarta – Presidensi Indonesia di G20 pada 2022 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk berperan lebih aktif di sektor riset dan inovasi.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko.

“Kita ingin memanfaatkan momentum Indonesia sebagai Presidensi G20 itu bisa berperan lebih aktif di sektor riset dan inovasi,” kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam konferensi pers di Gedung BJ Habibie BRIN di Jakarta, Rabu (19/10/2022).

Handoko menuturkan kegiatan riset dan inovasi membutuhkan kolaborasi kerja sama baik dengan multi pihak maupun multi negara sehingga presidensi Indonesia di G20 menjadi momentum untuk menaikkan posisi Indonesia sebagai mitra kolaborasi riset dan inovasi ke depan dengan negara-negara anggota G20.

Indonesia bersama negara-negara anggota G20 dapat membentuk berbagai platform kolaborasi riset untuk meningkatkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negara anggota G20, salah satunya terkait biodiversitas.

Handoko mengatakan dengan kekayaan keanekaragaman hayati di laut dan darat Indonesia memiliki biodiversitas terbesar di dunia sehingga itu menjadi modal utama Indonesia untuk bisa menjadi pusat kolaborasi riset dan inovasi terkait biodiversitas.

Baca Juga:  Lomban Buka FGD Penyusunan Perda Pengurangan Sampah Plastik

BRIN menginisiasi platform kolaborasi antarperiset melalui Global Biodiversity Research and Innovation Platform (GBRIP) dalam Pertemuan Inisiatif Riset dan Inovasi G20 atau G20 Research and Innovation Initiative Gathering (RIIG), acara sampingan dari perhelatan Presidensi G20 Indonesia 2022.

“Kita ingin lebih “menjual” posisi Indonesia sebagai negara yang besar dengan populasi besar dengan biodiversitas sedemikian besar kalau darat digabung dengan laut,” ujarnya.

GBRIP mendorong kolaborasi untuk saling berbagi infrastruktur, fasilitas, dan pendanaan dalam riset dan inovasi keanekaragaman hayati.

(Kerjasama Kementerian Kominfo dan LKBN Antara)

 

 

Pos terkait