Kemenkes Larang Sementara Penjualan Obat Sirup, Melky Pangemanan Desak Pemda Mengambil Langkah Cepat

Foto Istimewa

Manado – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengimbau seluruh apotek dan tenaga kesehatan untuk menyetop sementara penjualan maupun meresepkan obat sirup kepada masyarakat.

Hal tersebut dilakukan imbas dari 206 anak Indonesia mengalami gangguan ginjal akut misterius, 99 di antaranya meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Anggota DPRD Sulut, Melky Pangemanan, mendesak pemerintah provinsi, serta pemerintah 15 kabupaten dan kota di Sulut mengambil langkah cepat.

“Pemerintah daerah harus bergerak cepat bersama BPOM melakukan sosialisasi masif kepada masyarakat dan melakukan sidak di apotek dan tempat penjualan obat lainnya,” jelas Melky Pangemanan kepada wartawan di Manado, Kamis (20/10/2022).

Dikarenakan hal ini merupakan masalah serius maka dia mendesak sosialisasi dilakukan hingga ke desa dan pelosok.

“Masih banyak warga yang tinggal di desa tidak memiliki ponsel, bahkan ada desa yang tidak memiliki jaringan internet, tentunya menjadi tanggung-jawab pemerintah untuk sosialisasi,” tutur politisi PSI ini.

Baca Juga:  Eman Irup Oprasi Samrat Kota Tomohon.

Diberitakan, adapun alasan obat sirup dilarang lantaran obat yang dikonsumsi sejumlah pasien balita dengan kondisi gagal ginjal akut terdeteksi tiga senyawa berbahaya.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

“Beberapa jenis obat sirup yang digunakan oleh pasien balita yang terkena AKI (kita ambil dari rumah pasien), terbukti memiliki EG (ethylene glycol-EG), DEG (diethylene glycol-DEG), EGBE (ethylene glycol butyl ether), yang seharusnya tidak ada/sangat sedikit kadarnya di obat-obatan sirup tersebut,” tutur Budi Gunadi Sadikin dilansir dari detik.com.

(***/JerryPalohoon)

Pos terkait