Faktanya! Bupati Franky Wongkar Beri Atensi Penuh buat Keluarga Tak Mampu di Minsel

AMURANG, MANADONEWS.CO.ID – Pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) di bawah kepemimpinan Bupati Franky Donny Wongkar, SH  – Wakil Bupati Pdt. Petra Yani Rembang(FDW-PYR)  sejak awal sudah memegang teguh komitmen, mensejahterakan seluruh masyarakat lewat konsep pembangunan yang berorientasi pada nilai – nilai kemanusiaan.

Komitmen itu termasuk berupaya menurunkan kasus stunting dan kemiskinan di wilayah itu.

Bacaan Lainnya

Khusus angka kemiskinan yang di tahun 2019-2021 berada pada level 9,2-9,3, dijelaskan Plt. Kadis Kominfo Ir. Max H. Weken pemerintahan FDW – PYR sangat menaruh perhatian.

Buktinya, pemerintahan FDW – PYR telah melakukan survey pemerintah terhadap kemiskinan di Minsel dan berlangsung di 17 Kecamatan, 177 Desa.

“Dan itu dilakukan secara berkelanjutan sambil mendokumentasikan kondisi keluarga, termasuk mencari tahu faktor penyebabnya,” terang Weken.

Survey dilakukan agar pemrintah bisa mengambil langkah – langkah strategis, mengatasi kondisi keluarga.

Lanjutnya, pada dasarnya Bupati FDW dan wakil Bupati PYR sangat konsen terhadap persoalan sosial kemasyarakatan.

Baca Juga:  Tatap Muka di Desa Ayong, Olly Tegaskan Kembali Bolmong Disiapkan Jadi Pusat Industri

Ia mencontohkan keluarga Taher Kamurat yang ada di Desa Arakan, Kecamatan Tatapaan yang terletak di Jaga VII.

Keluarga ini, lanjut Max yang didampingi Kadis kesehatan dr. Erwin Schouten terdiri dari 7 anggota keluarga masing-masing Abubakar Taher (suami), Rohani Kamurat (istri) dan kelima anaknya yakni Arman, Kamarudin, Mirnawati, Safitri dan Naujulia, telah mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Minsel.

“Mereka ini, dibebaskan biaya dalam perawatan di Fasilitas Kesehatan seperti Puskesmas yang ada di Minahasa Selatan bahkan sampai pada pelayanan di RSUD Amurang. Semua pengobatannya tidak dipunggut biaya,” ucapnya

Jadi keluarga ini telah mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah sejak tahun kemarin dan hal ini sudah disampai-sampaikan kepada Kepala Puskesmas untuk diteruskan ke Hukum Tua dan Lurah,” jelas Edwin Scouten

Di sisi lain, Pemkab Minsel melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)rutin mengingatkan para Camat dan Hukum Tua se-Minsel agar masalah keluarga Miskin adalah prioritas utama dari pengelolaan Dana Desa.

Keluarga Taher Kamurat pun, kata Kabid Pemerintah Desa Einstein Runtunuwu, SSTP, mendapat BLT.

Baca Juga:  Ini Pesan Wabup Bolmong Bagi Anak Panti Asuhan 'Amazia'

Kabid Pemberdayaan Sosial Dianas Sosial Archo B. Poli, SE menambahkan keluarga Taher Kamurat telah diusulkan kepada pemerintah pusat untuk masuk, sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non unai (BPNT), serta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN).

“Pihak Dinas Capilduk Minsel, tetap berusaha untuk memperbaiki data keluarga (KK) mereka ke database Kementerian. Mulai dari NIK, KK hingga NIK anggota keluarga. Pihak Dinas Capilduk sudah Konsol datanya,” ujar Poli sambil menambahkan bahwa KK miskin di Minsel selalu mendapat perhatian istimewa oleh Bupati FDW.

Sambil menunggu data keluarga ini direspon dan masuk dalam program Nasional seperti PKH, BPNT, PBI-JKN, maka pihak pemerintah kabupaten Minahasa Selatan melalui Dinas Sosial telah dan terus memberikan bantuan kebutuhan dasar pangan seperti pemberian bantuan kepada keluarga ini sejak beberapa waktu silam hingga kini.

“Kami sudah melakukan sesuai dengan anjuran pemerintah pusat melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG) setelah sebelumnya survey tersebut sesuai dengan SIKS Mobile,” tutup Poli dan Weken sambil.

Baca Juga:  Alasan Ini sehingga Pemprov Sulut Hentikan Sementara Penyuntikan Vaksin AstraZeneca

Apa yang dilakukan oleh Pemkab Minsel menjadi sebuah fakta kalau Bupati FDW dan Wabup PYR punya atensi penuh terhadap keluarga – keluarga yang tidak mampu.

Dan program kemanusiaan itu seharusnya mematahkan rumor perihal sikap Pemkab Minsel terkait pwrsoalan kemiskinan di wilayah itu.(*/kominfo)

Pos terkait