Kapendam Merdeka Benny Suwardi Hadiri Diskusi Implementasi UU Pers Bersama TNI-Polri dan Lembaga Negara

Manado – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIII/Merdeka Letkol Arm Benny Hendra Suwardi menghadiri kegiatan diskusi bersama terkait Implementasi Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan MoU Dewan Pers bersama sejumlah lembaga negara, Jumat (4/11/2022) di aula Radio Montini Manado.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Internasional Mengakhiri Impunitas Kejahatan Terhadap Jurnalis yang biasa diperingati setiap tanggal 2 November tersebut dibuka langsung oleh Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado Fransiskus Talokon.

Bacaan Lainnya

Ketua AJI Manado Fransiskus M Talokon menyampaikan bahwa perlu adanya diskusi ini, mengingat walaupun di Indonesia telah memiliki Undang-undang terkait pers, namun masih ada tindakan-tindakan yang mengancam kebebasan pers.

Dijelaskan Fransiskus, bagaimana jurnalis di Indonesia menjadi korban kekerasan dan diskriminasi karena berita yang dibuat seperti situs konde.co yang tak bisa diakses usai memberitakan kasus perkosaan di salah satu kementerian, handphone jurnalis di Jeneponto dilempar Ketua Bawaslu setempat, dan dihapusnya data liputan 2 jurnalis Papua yang meliput sidang militer.

Baca Juga:  OD-SK Dampingi Jokowi Pada Forum Bisnis Internasional ISBC-ISIF di Singapura

“Khusus di Sulawesi Utara baru-baru ini adalah terkait kasus wartawan dijemput polisi di Tomohon karena berita. Ini yang membuat AJI Manado kemudian menggelar diskusi bersama lembaga negara terkait perlindungan kerja-kerja jurnalistik seperti yang telah diatur di UU Pers dan MoU Dewan Pers,” kata Fransiskus.

Kegiatan yang digagas oleh AJI Manado tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu Direktur LBH Pers Manado, Ferley Bonifasius Kaparang dan Ahli Pers Dewan Pers, Yoseph E Ikanubun yang juga Majelis Etik AJI Manado.

Dalam paparannya Ferley Bonifasius Kaparang menyebutkan tentang perlindungan kerja-kerja jurnalistik. Dikatakannya, peran LBH Pers jelas, di mana mereka akan mengawal proses hukum yang melibatkan jurnalis, selama kasus tersebut berkaitan dengan kerja-kerja jurnalistik.

“Ada beberapa hal yang perlu dilihat terkait pendampingan hukum, seperti jika ada wartawan menyalahgunakan profesinya untuk cari untung sendiri atau yang melanggar kode etik, tentu ada pertimbangan lain dari LBH Pers,” katanya.

Sementara itu, Yoseph E Ikanubun menceritakan tentang alur sengketa pers di Indonesia. Menurutnya, mekanisme awal jika ada keberatan terkait pemberitaan atau karya jurnalistik, diselesaikan terlebih dahulu dengan pemberian hak jawab.

Baca Juga:  Haru Serda Fredrik Putri Kembar Siamnya Dijenguk Langsung Kasad Dudung Abdurachman

“Jika masih ada keberatan, yang merasa dirugikan bisa melaporkan ke Dewan Pers terkait produk jurnalistik itu. Dewan Pers kemudian akan melakukan pemeriksaan. Biasanya yang diperiksa awal adalah apakah perusahaan pers itu telah berbadan hukum” kata Yoseph.

Yoseph juga menyampaikan cerita tentang penumpang gelap kemerdekaan pers yang mencoreng citra wartawan. Dikatakannya, Dewan Pers kemudian membuat aturan terkait kompetensi dan sertifikasi agar menertibkan para penumpang gelap kebebasan pers tersebut.

Pada kesempatan tersebut Kapendam XIII/Merdeka Letkol Arm Benny Hendra Suwardi mengatakan media massa memiliki nilai yang strategis selain sebagai sumber informasi juga sebagai edukasi untuk masyarakat luas, didalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur. TNI memiliki tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga tidak bisa bekerja dengan sendiri, Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) serta kemanunggalan TNI Rakyat harus terbangun dan untuk mewujudkannya dibutuhkan namanya publikasi.

“Diskusi ini sangat penting, kita TNI khususnya Kodam XIII/Merdeka lebih mengetahui dan memahami tentang perlindungan kebebasan pers, pencegahan kekerasan terhadap wartawan, penegakan hukum, penyebarluasan informasi TNI dan peraturan Dewan Pers dan informasi lain terkait kemerdekaan pers,” ungkap mantan Kabag Doktrin Subditbindok Turjuk Sdirsismet Pusterad.

Baca Juga:  Tim Karateka Pomdam XIII/Merdeka Siap Tempur

Kegiatan ini dihadiri oleh Kasiintel Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Sandy, Kepala Penerangan Lanud SRI Letkol (Sus) Michiko Moningkey, Kadispen Lantamal VIII Manado Mayor Laut (KH) Martdiamus Samuel, Dir Intelkam Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Albert Sihombing, Kasie B Intel Kejati Sulut Berty Wongkar, Kasi Intel Kejari Manado Hijran Safar, Kasubbag Humas Bawaslu Yovan Rasu dan sejumlah utusan lembaga lainnya.

(***/Reginannlhy)

 

Pos terkait