Ekonomi Sulut Tumbuh 6,62 %, Naker Naik 0,93%, Pengangguran Turun 0,45%, Inflasi Terkendali dan Wisatawan Meningkat 23,89%

Manado, MANADONEWS –
Kerja keras Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) di bawah pimpinan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (OD-SK) kembali menuai hasil positif.

Sesuai data dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (07/11/2022) hari ini, di triwulan III tahun 2022 ini tren positif kembali terjadi pada sejumlah sektor di Sulut.

Untuk pertumbuhan ekonomi meroket hingga 6,62 persen (year on year) atau melampaui target yang ditetapkan sebesar 6 persen.

Sedangkan berdasarkan sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 39,66 persen.

Selanjutnya, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa yang mengalami pertumbuhan sebesar 33,33 persen.

Ekonomi Sulut pada triwulan III-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 2,49 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, sebagian besar lapangan usaha tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha pengadaan listrik, gas, dan produksi es, yakni sebesar 9,67 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa yang tumbuh sebesar 17,82 persen.

Sampai dengan triwulan III pada 2022, ekonomi Sulut mengalami pertumbuhan sebesar 5,50 persen (c-to-c) atau kumulatif.

Baca Juga:  7 OPD Pemprov Sulut Ikut Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik

“Perekonomian Sulut berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan III-2022 mencapai Rp39,81 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp24,38 triliun,” ungkap Kepala BPS Sulut Asim Saputra, Senin (07/11/2022).

Pun Provinsi Sulut juga mencatatkan kenaikkan di sektor ketenagakerjaan. Jumlah angkatan kerja Sulut pada Agustus 2022 sebanyak 1,24 juta orang.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 63,08 persen, naik 0,93 persen poin dari Agustus 2021.

Penduduk yang bekerja sebanyak 1,16 juta orang, naik 33,17 ribu orang dari Agustus 2021. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah Administrasi Pemerintahan (14,89 ribu orang). Sektor konstruksi mengalami penurunan terbesar yakni 3,72 persen poin dari Agustus 2021.

Sebanyak 473,83 ribu orang (40,85 persen) bekerja pada kegiatan formal, naik 1,55 persen poin dibanding Agustus 2021.

Persentase setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu mengalami penurunan, masing-masing sebesar 2,53 persen poin dan 4,15 persen poin dibandingkan Agustus 2021.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2022 sebesar 6,61 persen, turun sebesar 0,45 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2021.

Baca Juga:  Memaknai Jumat Agung,Kapolda Sulut Bersama Keluarga Ikut Prosesi Jalan Salib

Terdapat 46,27 ribu orang (2,35 persen) penduduk usia kerja yang terdampak COVID-19.

Terdiri dari pengangguran karena COVID-19 (1,82 ribu orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena COVID-19 (1,85 ribu orang), sementara tidak bekerja karena COVID-19 (1,40 juta orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 (41,20 ribu orang).

2.178 orang meningkat 23,89 persen dibanding bulan Agustus 2022 (M-to-M). Dibandingkan bulan September 2021, meningkat 267,28 persen (Y-on-Y).

Wisatawan Mancanegara didominasi oleh warga Tiongkok sebanyak 1.364 orang (62,63 persen), Jerman 172 orang (7,90 persen), Inggris 109 orang (5,00 persen) dan Singapura 89 orang (4,09 persen).

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sulawesi Utara bulan September 2022 mencapai 41,68 persen turun 0,04 poin dibanding TPK bulan Agustus 2022 yang sebesar 41,72 persen.

Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) hotel berbintang bulan September 2022 mencapai 1,86 hari, meningkat 0,09 poin dibanding bulan Agustus 2022. Sedangkan Rata-rata lama menginap tamu asing (RLMT Asing) hotel berbintang bulan September 2022 mencapai 2,28 hari, meningkat 0,53 poin dibanding bulan Agustus 2022.

Gubernur Olly Dondokambey sebelumnya mengatakan bahwa di tengah dinamika pertumbuhan ekonomi global serta dampak perang Rusia-Ukraina, bersama instansi terkait Pemerintah Daerah Provinsi Sulut selalu hadir dan memberi makna melalui berbagai program strategis yang mendukung pemerintah demi kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Prajurit Kodim 1310/Bitung Diuji Kemampuan Garjas dan UKP

Khususnya kinerja Tim Pengendalian Inflasi (TPID) untuk menjaga kestabilan harga melalui langkah-langkah preventif sebelum gejolak harga terjadi dan melakukan ekstra effort pengendalian inflasi, salah satunya melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Suami dari It Rita Tamuntuan ini, mengaku sangat bersyukur karena Sulut telah melewati masa pandemi COVID-19. Bahkan ekonomi berjalan dengan baik. Di mana pertumbuhan ekonomi Sulut ada di posisi 5,93 persen. Harapannya di akhir 2022 dapat mencapai 6 persen.

“Ternyata pertumbuhan ekonomi kita dapat mencapai 6,62 persen sesuai harapan kita. Demikian juga dengan inflasi bisa kita jaga di bawah angka 4%. Ini semua karena perilaku hemat masyarakat Sulut yang terkendali,” katanya.

Gubernur Olly pun optimistis dengan berbagai kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan ekonomi di Provinsi Sulut bisa berjalan dengan baik. Sehingga masyarakat dapat menjalankan usaha dari pelaku UMKM hingga investor dapat meraih kesejahteraan.

(Advertorial Diskominfo Sulut)

Pos terkait