Khotbah Minggu: Mengapa Banyak Orang Bergelimang Harta Tapi Tidak Menikmati Kebahagiaan?

Tombulu, Manadonews.co.id Bicara harta yang terlintas di pikiran manusia adalah kekayaan atau hidup penuh kesenangan.

Pendeta Hana Ireine Tamunu, S.Th, memimpin ibadah Minggu, 20 November 2022 di jemaat GMIM Alfa-Omega Rumengkor, menjelaskan bahwa harta merujuk pada hal-hal materi di antaranya banyak uang, mobil, rumah besar, bahkan barang-barang mahal.

Bacaan Lainnya

“Ada pemahaman ketika memiliki harta melimpah hidup akan bahagia. Namun sebenarnya kebahagiaan tidak ditentukan dengan harta dan kekayaan,” terang Pendeta Hana Tamunu di ibadah yang mengambil pembacaan Alkitab, 2 Korintus 4: 1-15, dengan judul “Harta rohani dalam bejana tanah”.

Banyak orang bergelimang harta tapi tidak menikmati kebahagiaan. Harta tidak menjamin hidup yang bahagia.

Realita dalam kehidupan banyak orang kaya terjerumus pada kasus narkoba, sex bebas, perjudian, dan lainnya. Kenikmatan hidup sesaat.

Baca Juga:  Kussoy: Minimal Satu Keluarga Vaksin Kedua

Lebih penting ketika memiliki harta, akan muncul pertanyaan harta dan kekayaan yang dimilik berasal dari mana dan bagaimana cara menggunakan?

“Ketika kita sudah bekerja keras, jujur dan adil, berkat yang diterima patut disyukuri sebagai pemberian Tuhan,” tukas Pendeta Hana.

Firman Tuhan dalam Kitab Korintus yang ditulis Rasul Paulus mengajarkan juga tentang harta rohani.

Korintus adalah kota besar sehingga banyak ajaran negatif mempengaruhi kehidupan masyarakat. Rasul Paulus mengajarkan agar orang-orang Korintus tetap kuat dalam Tuhan Yesus.

“Rasul Paulus tetap mengandalkan Tuhan dalam setiap kerja pelayanannya. Mengandalkan dan menjadikan Tuhan satu-satunya penolong. Iman yang terus mempercayai Tuhan Yesus Kristus,” tandas Pendeta Hana.

Harta rohani adalah Injil, Firman Tuhan, janji keselamatan bagi umat yang percaya. Percaya jika harta rohani menjadi bagian kehidupan maka Tuhan akan memberikan kekuatan.

Paulus ingin mengajarkan umat Tuhan belajar dari penderitaan Yesus menebus dosa seluruh umat manusia.

“Pesan firman, sebagai manusia harus memiliki daya juang tinggi karena hidup dihadapkan dengan tantangan, rintangan dan pencobaan,” kata Pendeta Hana.

Baca Juga:  Mengutamakan Pelayanan, bukan Fasilitas Pelayanan!

Harus bersemangat dalam melayani secara khusus hamba-hamba Tuhan.

Tidak salah memiliki harta duniawi, tapi cara mendapatkan dan menggunakan harus sesuai dengan kehendak Tuhan.

“Jadikan hidup sebagai bejana yang tersimpan harta rohani yang indah, memberikan semangat sukacita bahkan berkat bagi semua orang,” pungkas Pendeta Hana Tamunu.

Turut hadir beribadah ketua BPMJ Pdt. Yudha Kawengian, S.Th, Pdt. Marthen Sendow, M.Th, wakil ketua Pnt. Yopy Warbung, sekretaris Dkn. Lenda Manorek, bendahara Dkn. Vonny Pondaag, Pelsus dan jemaat Kolom 1 sampai 16.

(JerryPalohoon)

Pos terkait