Unit Pendidikan Hambat Pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)

Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)
Drs Djoli Mandak M.Pd Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sangihe

Tahuna, MANADONEWS.CO.ID – Terhambatnya pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di sebabkan oleh Unit Pendidikan yang belum melengkapi persyaratan administrasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sangihe Drs Djoli Mandak M.Pd kepada sejumlah media menjelaskan pihaknya sudah mewanti-wanti unit pendidikan agar tepat waktu.

“Keterlambatan pembayaran TPP ini di sebabkan ada pihak unit pendidikan atau sekolah yang belum lengkap  menyerahkan persyaratan administrasinya,” jelas Djoli.

Selain itu, pihaknya sudah melakukan penegasan batas pemasukan administrasi kepada setiap unit pendidikan agar tepat waktu.

“Hal ini telah kami sampaikan selambat – lambatnya tanggal 10 bulan berjalan sudah lengkap berkasnya,” tegas Mandak Selasa (29/11/2022).

Untuk berkas administrasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Sangihe sebagian besar sudah masuk.

“Sebagian besar sudah melengkapi administrasi namun sampai saat ini masih belum semuanya entah kendalanya apa kami tidak mengetahui,” terangnya.

Baca Juga:  Rakercab Rekon Lima Nama Kandidat Ketua DPC Sitaro, Olly Calon Tunggal Ketua DPD

Di jelaskan Mandak, pengajuan berkas pembayaran TPP harus secara kolektif dan akan menghambat semua unit pendidikan.

“Pengajuan persyaratan administrasi pembayaran TPP ini harus secara kolektif per instansi, sehingga  apabila satu orang ASN atau kepala sekolah tidak melengkapi administrasi maka  seluruh ASN lingkup Dikbud tidak akan di bayar,” jelasnya

Terhambatnya proses pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai  pihaknya menegaskan bukan ada pada

Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Sangihe tapi pada unit pendidikan.

“Jadi bukan kami dari  Dinas  yang lamban dalam pengajuan administrasi pembayaran TPP namun,

dari  kepala sekolah yang belum melengkapi administrasi guru-guru di sekolah yang di pimpinnya,” tukasnya.

 

Pos terkait