Fransiscus Silangen Sebut Penataan Infrastruktur Pariwisata Osaka Jepang Bisa Diimplementasikan di Sulut

Kastil Osaka Jepang (Foto Istimewa)

Manado – Dalam agenda ke Jepang ketika membuka penerbangan perdana Manado-Narita, pekan lalu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Ketua DPRD Fransiscus Silangen bersama rombongan sempat mengunjungi Kastil Osaka.

Perlu diketahui, Kastil Osaka adalah salah-satu destinasi wisata terkenal di Jepang.

Bacaan Lainnya

Melihat detil pembangunan pariwisata di Osaka membuat Gubernur Olly Dondokambey dan Ketua DPRD Fransiscus Silangen akan mewajibkan bupati dan walikota se Sulut, untuk memulai pembangunan infrastruktur pariwisata dengan memperhatikan besaran kemampuan anggaran daerah.

Menurut Fransicus Silangen, pemerintah bersama DPRD telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kepariwisataan yang akan mendasari pembangunan infrastruktur pariwisata di Sulut.

“Kita sudah memiliki peraturan daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPPAR), yang akan mempedomani pemerintah dalam pengembangan pembangunan pariwisata,” jelas Fransicus Silangen.

Infrastruktur pariwisata, lanjut Silangen, harus ditata dengan baik untuk menarik minat wisatawan.

Baca Juga:  680 Peserta Ikuti Seleksi SKD CPNS Kemenkes Sulut

“Penataan infrastruktur pariwisata di Osaka dapat diimplementasikan di Sulawesi Utara,” tukas Silangen.

Menikmati perjalanan ke Kastil Osaka memang sangat menyenangkan memasuki area Kastil, Fransicus Silangen bersama Gubernur dan rombongan disuguhkan pemandangan indah taman Kastil Osaka yang sangat luas. Di taman ini berjejer pohon sakura, akan lebih indah jika datang di saat musim mekar bunga khas Jepang ini yakni di pertengahan bulan Maret.

Kastil Osaka dibangun pada abad ke-16 di zaman Hideyoshi Toyotomi seorang panglima perang paling terkenal yang mampu menyatukan Jepang saat itu.

Dalam pembangunannya oleh Hideyoshi Toyotomo, Kastil Osaka dikelilingi benteng batu yang tinggi, sangat kokoh serta dibatasi parit kolam yang sangat luas.

Untuk bisa masuk ke Kastil Osaka, rombongan harus membayar tiket masuk 600 yen. Pengunjung rela antre demi melihat langsung kastil terbesar dan bersejarah di Jepang ini.

Kastil Osaka memiliki delapan lantai, lantai satu sampai tujuh kini telah menjadi meseum yang memajang dokumen – dokumen sejarah masa Hideyoshi Toyotomi dan replika pemugaran kastil. Juga baju besi, pedang serta miniatur cerita perang di masa itu.

Baca Juga:  Bersama Gubernur Sulut, Asisten Satu, Dua dan Tiga Setdakot Tomohon Melayat di Pinaras

Sementara, lantai delapan adalah bagian observasi, wisatawan bisa melihat pemandangan taman kastil yang sangat luas dan Kota Osaka dengan gedung-gedung pencakar langitnya.

Museum Kastil Osaka telah dikelola secara modern. Wisatawanpun bisa naik hingga ke lantai delapan fasilitas lift, namun untuk turun kembali harus melalui tangga.

Meskipun Museum Kastil Osaka dibangun secara modern namun tidak meninggalkan nilai autentik dari kastil paling terkenal ini.

(***/JerryPalohoon)

 

Pos terkait