Berita TerbaruBerita UtamaHukum & KriminalTalaud

Proyek RKB SD Kristen Pulutan Talaud Disinyalir Bermasalah Polres Talaud Panggil Konsultan Pengawas

Tampak RKB saat proses pembangunan (Foto: ist)

MELONGUANE, MANADONEWS.CO.ID – Proyek pembangunan enam (6) Ruang Kelas Baru (RKB) beserta perabotnya di  Tahun Anggaran 2022 berbandrol  Rp. 1,7 miliar dengan anggaran bersumber dari DAK yang dikerjakan CV. Syalom disinyalir bermasalah.

Dugaan itu pun diperkuat dengan telah dilayangkannya surat pemanggilan dari pihak Polres Talaud Nomor: B/368/RES.33/VI/2023/RESKRIM kepada konsultan pengawas pekerjaan.

Dihubungi manadonews.co.id via WA, Selasa (27.06/2023) siang tadi, Norman selaku Konsultan Pengawas tak menampik jika dirinya sudah mengantongi surat pemanggilan.

“Karena masih berada di Manado, saya akan menghadap pekan depan,” ujar Norman.

Diakuinya sebagai konsultan pengawas dirinya akan memberikan keterangan  dengan benar di hadapan penyidik.

Sementara Kadis Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Talaud Decker lasut saat dikonfirmasi membenarkan perihal adanya surat pemanggilan itu.

Namun dirinya mengatakan berdasarkan Laporan Hasil Pekerjaan (LHP) pekerjaan di SD Kristen Baitani Pulutan tidak ada masalah.

“Memang tidak ada masalah,” terang Decker Lasut via WA.

Decker pun berdalih, jika memang terdapat masalah pada proses pekerjaan, tentu pihak PPK dan Konsultan Pengawas telah memasukan laporan.

“Tetapi hingga pekerjaan selesai tidak ada laporan, sebagai pengguna anggaran kami harus membayar lunas ke pihak kontraktor,” tandasnya.

Kata dia, baik PPK maupun Konsultan Pengawas selalu memberi laporan kepadanya setiap tahapan.

“Tetapi memang tidak menemukan kecurangan,” tandasnya.

Decker mengatakan proyek SD Kristen Baitani sudah audit BPK RI.

“Laporan hasil temuan oleh BPK RI atas proyek – proyek pekerjaan di sekolah termasuk SD Kristen Baitani sudah diserahkan dan tidak ada temuan di SD Kristen Baitani,” katanya sembari melanjutkan jika hasil temuan BPK baru diserahkan hari ini.

Imbuhnya lagi, minggu depan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Inspekrorat daerah.

“Di atas tanggal 2 Juli,” singkatnya.

Exit mobile version