Example floating
Example floating
Berita TerbaruBerita UtamaNasionalPolitik

Apa Pengaruhnya bagi PDIP setelah PAN dan Golkar Dukung Prabowo Subianto? Ini Kata Pengamat

×

Apa Pengaruhnya bagi PDIP setelah PAN dan Golkar Dukung Prabowo Subianto? Ini Kata Pengamat

Sebarkan artikel ini
Adi Prayitno (foto tangkapan layar Chanel YouTube Liputan6)

Jakarta, Manadonews.co.id – Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2024 mendatang.

Deklarasi dihadiri Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto, dilaksanakan di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/8/2023).

MANTOS MANTOS

Apa pengaruhnya bagi PDI Perjuangan (PDIP) terkait dukungan PAN dan Golkar kepada Prabowo Subianto?

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno dalam diskusi chanel youtube Liputan6 mengungkapkan, hal tersebut akan direspons biasa oleh PDIP.

“Saya kira PDIP akan santai biasa-biasa saja karena pilpres itu bukan seberapa banyak dukungan partai, bukan seberapa sering dan begitu banyak partai mendukung salah-satu capres tertentu.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Promosikan Dinasti Politik, Ray Rangkuti: Semakin Banyak Orang Memahami Proses di MK, Semakin Besar Potensi Masyarakat Mempertanyakan

Pilpres itu bukan memilih partai tapi memilih figur-figur kunci, oleh karena itu PDIP sepertinya konfiden sekalipun hanya ada dua partai pemerintah yang mendukung, mereka cukup yakin bahwa Ganjar sangat tepat untuk mereka pilih dan menangkan di Pilpres,” jelas Adi.

Ditambahkannya, mengacu hasil Pemilu 2004, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hanya didukung beberapa partai kecil bisa memenangkan pipres. Begitu pula yang dialami Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilu 2014.

“Oleh karena itu banyaknya dukungan partai tak ada jaminan untuk memenangkan pertarungan di pilpres, kuncinya pada figur, apakah bisa menyihir pemilih atau tidak? Karena logika kita adalah one man one vote, one man one value, itulah yang kemudian akan memenangkan siapa yang akan jadi presiden the next Jokowi di 2024,” tutur Adi Prayitno. (***/Jrp)

Baca Juga:  Butuh Kerja Keras, Ganjar Pranowo Jangan Salah Pilih Pasangan Cawapres

 

Example 120x600