Berita TerbaruBerita UtamaTotabuan

Keterlaluan Ulah PT JRBM Melarang Aktivitas Warga di Tanah Adat, Legislator Sulut Jems Tuuk Murka

Papan peringatan diduga dipasang PT JRBM (Foto Istimewa)

Bolmong, Manadonews.co.id – PT Jressources Bolaang Mongondow (JRBM) diduga melakukan pelarangan dengan memasang papan peringatan kepada warga yang melakukan aktifitas di lahan eks HGU yang notabene adalah tanah adat masyarakat Bolaang Mongondow.

Perusahaan tambang emas itu juga memasang peringatan di samping lahan Gereja Bethel yang sementara dalam proses pembangunan.

Sontak hal ini menuai kecaman keras anggota DPRD Sulut Ir. Julius Jems Tuuk.

“Yang dilakukan PT JRBM merupakan bentuk penghinaan bahkan menginjak-injak harga diri masyarakat Bolaang Mongondow yang sangat menghormati adat istiadat turun temurun,” jelas Jems Tuuk kepada wartawan, akhir pekan.

Legislator terkenal vokal ini, menilai perbuatan PT JRBM di tanah Totabuan sangat merugikan masyarakat karena beroperasi tanpa izin dari masyarakat adat setempat bahkan justru mengusir masyarakat adat di lahan tersebut.

”Gereja pun dia larang dibangun, kalau memang informasi ini benar apa yang dilakukan PT JRBM merupakan pelanggaran hukum adat di Bolmong, karena mereka mengambil tanah swapraja tanah adat masyarakat dan itu sama saja mengusir bahkan melarang masyarakat beribadah karena gereja pun dia larang dibangun. Sekali lagi, kalau memang ini benar kita bakar saja ini perusahaan!” tegas Jems Tuuk.

(***/Jrp)

 

Exit mobile version