BITUNG,MANADONEWS.CO.ID- Wadanrindam XIII/Merdeka Kolonel Inf Mochammad Fuad Suparlin mewakili Danrindam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wempie Ramandei memimpin Apel Gelar Kesiapan Latihan Yudha Wastu Pramuka Jaya (YWPJ) siswa Dikjurbaif Abit Dikmaba If dan siswa Dikjurtaif Abit Dikmata If Gel II Tahun 2025 bertempat di lapangan upacara Mako Secata Rindam XIII/Merdeka, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Minggu (28/9/2025).
Apel gelar kesiapan tersebut bertujuan untuk mengecek dan mengetahui kesiapan seluruh perangkat latihan yang ada, mulai dari kesiapan pelaku (siswa Dikjurbaif dan Dikjurtaif), pelatih, pendukung, peralatan dan perlengkapan serta sarana pendukung lainnya, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh Komando Atas.
Latihan Yudha Wastu Pramuka Jaya (YWPJ) dilaksanakan selama 15 hari dari tanggal 29 September sampai dengan 13 Oktober 2025, dengan diikuti sebanyak 844 siswa yang terdiri dari 222 siswa Dikjurbaif dan 622 siswa Dikjurtaif.
Seluruh peserta akan mendapatkan materi latihan diantaranya taktik serangan, pertahanan, pengintaian, dan pergerakan taktis di berbagai kondisi medan (gunung, hutan, rawa dan pantai), serta komunikasi taktis, kepemimpinan, dan pelaksanaan perintah.
Wadanrindam XIII/Merdeka Kolonel Inf Mochammad Fuad Suparlin mengatakan bahwa pentingnya latihan Yudha Wastu Pramuka Jaya sebagai bekal menghadapi tugas-tugas di medan penugasan yang sesungguhnya.
Untuk itu, Wadanrindam XIII/Merdeka menekankan kepada seluruh siswa Dikjurbaif dan Dikjurtaif untuk berlatih dengan penuh semangat dan motivasi tinggi, serta mengikuti seluruh petunjuk dan arahan pelatih agar pelaksanaan latihan ini dapat berjalan sesuai kurikulum pendidikan serta selalu mengutamakan faktor keamanan dalam setiap latihan.
“Jaga kesehatan dan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar senantiasa diberikan kelancaran dan keselamatan serta jaga nama baik TNI Angkatan Darat di mata masyarakat khususnya Rindam XIII/Merdeka,” pungkasnya.
Untuk diketahui, para siswa Dikjurbaif (Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri) dan siswa Dikjurtaif (Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri) mengikuti Latihan Yudha Wastu Pramuka Jaya untuk mengaplikasikan dan menguji kemampuan teknis serta taktis yang telah diperoleh selama pendidikan, membentuk karakter kepemimpinan, jiwa korsa, dan semangat pantang menyerah sebagai bekal menghadapi tugas di medan penugasan sebenarnya, sekaligus mengamalkan motto “Yudha Wastu Pramuka” yang berarti “pelaksana atau alat perang terdepan” untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Regina.TS)












