Tombulu, Manadonews.co.id – Jemaat Kolom 10 GMIM Alfa-Omega Rumengkor merayakan sukacita menjelang kelahiran Sang Juruselamat melalui Ibadah Menyambut Natal Yesus Kristus yang berlangsung khusyuk dan meriah, Sabtu malam, 13 Desember 2025.
Ibadah yang digelar di kediaman Keluarga Paulus Mononutu-Waworuntu ini menjadi momen persekutuan iman, refleksi, dan harapan bagi seluruh anggota jemaat kolom.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Yudha Kawengian, STh, dengan panduan liturgi yang dibawakan oleh Pnt. Jeanette Pangemanan dan Dkn. Dra. Meiske Pangemanan.
Turut hadir memperkaya persekutuan tersebut adalah rekan-rekan pendeta lainnya, yakni Pdt. Stephanie Kalalo, MTh, Pdt. Friskie Palandi, STh, dan Pdt. Arther Wuwung, STh.
Inti ibadah semakin mendalam melalui penyalaan lilin Natal, simbol abadi Cahaya Kristus yang diyakini menerangi setiap sisi kehidupan manusia.
Suasana khusyuk berubah menjadi penuh sukacita saat lilin-lilin itu menyala, menguatkan tema ibadah yang diangkat.
Dalam khotbahnya yang bertema “Bangkitlah, Menjadi Teranglah!”, Pdt. Yudha Kawengian mengambil pembacaan Alkitab dari Yesaya 60:1-7, yang berjudul “Kemuliaan Sion yang akan datang.”
“Kita telah mensyukuri pelayanan melalui banyak peristiwa iman, sukacita dan sedih yang dilewati bersama,” ujar Pdt. Yudha.
“Ada yang terpisahkan dengan orang-orang yang dikasihi melalui kematian. Tapi banyak di antara kita yang telah mengorbankan banyak hal dalam rangka menjalankan pelayanan, termasuk mengorbankan perasaan.”
Ia menekankan bahwa pelayanan adalah pengorbanan waktu, baik untuk ibadah rutin, perkunjungan orang sakit, maupun kegiatan lainnya.
Pendeta Yudha lantas mengajak jemaat untuk memiliki tekad kuat dan semangat untuk bangkit, tidak putus asa, dan terus membangun kebersamaan di kolom.
“Allah dalam Yesus Kristus yang akan disambut manusia akan membawa pengharapan, kemakmuran, dan perubahan hidup,” tegasnya, sembari mengingatkan agar seluruh jemaat dan Pelayan Khusus (Pelsus) menjalani pelayanan dengan sukacita dan menghindari kebanggaan pribadi.
Malam perayaan ini terasa semakin lengkap karena bertepatan dengan ulang tahun salah satu anggota keluarga tuan rumah, Christofel Mononutu, yang genap berusia 26 tahun.
Momen ini menambah hangat dan ceria suasana persaudaraan jemaat.
Ibadah diakhiri dengan penyerahan bingkisan kasih, yang dilanjutkan dengan ramah tamah, serta sesi foto bersama sebagai kenangan manis dari persekutuan pra-Natal yang penuh berkah. (Jerry Palohoon)












