Jakarta, MN — Indonesia masih berada dalam bayang-bayang aktivitas vulkanik tinggi sepanjang 2025.
Dari sekitar 500 gunung api yang tersebar di berbagai wilayah, sebanyak 127 gunung berstatus sebagai gunung api aktif dengan karakter aktivitas yang beragam, mulai dari erupsi kecil hingga letusan berskala besar.
Sebagai negara yang berada di jalur Cincin Api Pasifik, Indonesia memiliki tingkat aktivitas vulkanik tertinggi di dunia. Pergerakan dan tumbukan lempeng tektonik menjadi faktor utama yang memicu aktivitas magma di bawah permukaan, menjadikan sejumlah gunung api kerap mengalami letusan berulang.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, beberapa gunung api masuk kategori paling aktif karena frekuensi erupsinya yang relatif tinggi. Gunung-gunung ini menunjukkan aktivitas hampir setiap tahun, bahkan dalam beberapa kasus berlangsung terus-menerus.
Gunung Merapi di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta masih menjadi salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.
Pola erupsi yang berulang, berupa guguran lava pijar dan awan panas, membuat gunung ini terus berada dalam pengawasan ketat.
Di Jawa Timur, Gunung Semeru juga tercatat aktif dengan letusan berkala yang berdampak pada wilayah di sekitarnya.
Sementara itu, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tetap menunjukkan aktivitas vulkanik sejak kemunculannya pasca letusan besar Krakatau.
Di Sumatra, Gunung Sinabung yang kembali aktif sejak 2010 masih mengalami erupsi dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas serupa juga tercatat di Gunung Dukono di Maluku Utara serta Gunung Ile Lewotolok di Nusa Tenggara Timur.
PVMBG menegaskan, status gunung api dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan aktivitas magma dan kegempaan.
Oleh karena itu, pemantauan dilakukan secara intensif melalui pengamatan seismik, visual, deformasi tanah, serta analisis gas vulkanik.
Meski tidak seluruh gunung api aktif berada pada status bahaya tertinggi, pemerintah mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan bencana untuk tetap waspada dan mematuhi rekomendasi resmi. Aktivitas gunung api berpotensi menimbulkan dampak lanjutan seperti hujan abu, lahar hujan, gangguan kesehatan, hingga terganggunya transportasi udara.
Dengan jumlah gunung api aktif yang besar, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mitigasi bencana vulkanik.
Pemerintah bersama lembaga terkait terus menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan penyebaran informasi yang cepat dan akurat guna meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian material.(Steven)












