Berita TerbaruBerita UtamaMinahasa

Hangatnya Natal di Rumengkor: Kala Iman dan Tradisi Pulang Kampung Bertemu

×

Hangatnya Natal di Rumengkor: Kala Iman dan Tradisi Pulang Kampung Bertemu

Sebarkan artikel ini
Persembahan pujian dari pelayan khusus bersama keluarga

Tombulu, Manadonews.co.id – Udara sejuk Desa Rumengkor di Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, terasa lebih hangat dari biasanya pada Jumat (26/12/2025).

Di dalam gedung Gereja GMIM Alfa-Omega, ratusan jemaat duduk bersisihan. Ada wajah-wajah yang setiap minggu bertemu, namun banyak pula wajah lama yang baru terlihat kembali.

MANTOS

Mereka adalah para perantau, warga asal Rumengkor yang akhirnya “pulang rumah” untuk merayakan Natal.

​Ibadah Natal hari kedua ini bukan sekadar rutinitas liturgi, melainkan momen refleksi setelah keriuhan perayaan puncak di hari sebelumnya.

​Dalam khotbahnya yang berjalan khusyuk, Pdt. Arther Wuwung, S.Th, mengajak jemaat menoleh sejenak ke perayaan sehari sebelumnya.

Ia memotret realita khas Natal di kampung halaman: keriuhan anak-anak yang pergi pesiar, aroma hidangan daging babi yang menggugah selera, hingga botol-botol minuman bersoda yang menghiasi meja tamu.

​”Kita bersyukur telah melewati Natal 25 Desember dengan segala kemeriahannya,” ujar Pdt. Arther.

Namun, di balik tradisi makan dan minum itu, ia mengingatkan esensi yang lebih dalam.

​Ia menekankan bahwa jika di zaman dulu firman Tuhan disampaikan melalui perantara para nabi, kini umat manusia memiliki akses langsung melalui Alkitab.

Kehadiran Yesus sebagai manusia, menurutnya, adalah jaminan keselamatan yang nyata bagi mereka yang percaya.

​Pdt. Arther tidak hanya bicara soal teologi, tapi juga tentang kehidupan sehari-hari di dalam rumah tangga.

Pesannya lugas dan membumi,
​untuk ibu rumah tangga, jalankan tugas rumah tangga dengan penuh kasih dan ketulusan.

Bagi bapak-bapak, jadilah pemimpin keluarga yang bekerja dengan penuh tanggung jawab.

​”Maknailah Natal dengan sukacita, namun tetap dalam kesederhanaan,” pesannya di hadapan jemaat yang menyimak dengan saksama.

​Suasana gereja semakin syahdu saat kidung-kidung pujian mulai bergema secara bergantian.

Para Pelayan Khusus (Pelsus) bersama keluarga, kelompok Lanjut Usia (Lansia) yang tetap semangat, hingga kelompok vokal grup mempersembahkan suara terbaik mereka.

​Di barisan depan, tampak hadir jajaran pimpinan gereja, di antaranya Ketua BPMJ Pdt. Yudha Kawengian, S.Th, didampingi Pdt. Friskie Palandi, S.Th, dan Pdt. Stephanie Kalalo, M.Th.

Turut hadir pula Wakil Ketua Jemaat Pnt. Seni Lumi, Sekretaris Dkn. Lenda Manorek, Bendahara Dkn. Vonny Pondaag, serta seluruh Pelsus dari Kolom 1 hingga 16.

​Setelah berkat penutup diucapkan, kekakuan formalitas ibadah mencair menjadi tawa dan tegur sapa. Sesi foto bersama menjadi penutup wajib.

Di depan altar, mereka berpose—mengabadikan momen pertemuan yang mungkin hanya terjadi setahun sekali ini.

​Bagi warga GMIM Alfa-Omega Rumengkor, Natal hari kedua ini adalah tentang menjaga api iman tetap menyala, sembari merawat ikatan persaudaraan yang tak lekang oleh jarak dan waktu.

​(Jerry Palohoon)

 

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop