Berita TerbaruBerita UtamaManado

Tragedi Maut Panti Wreda Damai: Duka Mendalam dan Urgensi Standar Keamanan Lansia

×

Tragedi Maut Panti Wreda Damai: Duka Mendalam dan Urgensi Standar Keamanan Lansia

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar reels proses evakuasi warga terhadap salah satu Lansia korban kebakaran (ist)
Listen to this article

MANADONEWS.CO.ID – Kota Manado masih diselimuti awan duka pasca-insiden kebakaran hebat yang melanda Panti Wreda Damai, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, pada Minggu (28/12/2025) malam lalu.

Tragedi yang terjadi di penghujung tahun ini merenggut nyawa 16 penghuni panti dan menyebabkan sejumlah lainnya harus dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif.

MANTOS MANTOS

Kejadian ini tidak hanya menyisakan puing-puing bangunan, tetapi juga luka mendalam bagi masyarakat Sulawesi Utara.

Para korban, yang merupakan kaum lanjut usia (lansia), terjebak di tengah kobaran api yang dengan cepat melahap bangunan panti.

Menanggapi tragedi memilukan ini, Anggota DPRD Sulawesi Utara, Rocky Wowor, angkat bicara.

Ia mendesak pemerintah provinsi dan kota untuk segera mengevaluasi total sistem keamanan di seluruh panti jompo yang ada di daerah tersebut.

Menurut Rocky, panti jompo tidak bisa disamakan dengan hunian biasa. Ada kebutuhan khusus yang harus dipenuhi mengingat keterbatasan fisik para penghuninya.

Baca Juga:  Pendaftaran Kodam Merdeka Run 2025 Resmi Ditutup, 4.000 Peserta Siap Berlomba

“Kami mengingatkan pemerintah untuk memberikan perhatian khusus. Ini adalah pelajaran pahit. Inspeksi rutin harus dilakukan, dan pengelola wajib menyiapkan tenaga pengawas yang siaga 24 jam. Kita bicara tentang lansia yang memiliki mobilitas terbatas,” kata Rocky Wowor kepada wartawan di Manado, Sabtu (3/1/2026).

Berdasarkan evaluasi awal di lapangan, Rocky menekankan beberapa poin krusial yang harus menjadi standar baru bagi fasilitas panti wreda di Sulawesi Utara.

Panti harus memiliki jumlah pintu masuk dan pintu keluar yang lebih banyak.

Hal ini krusial untuk mempercepat proses evakuasi saat terjadi bencana tak terduga seperti kebakaran atau banjir, serta penggunaan kursi roda dan tempat tidur khusus yang mudah dimobilisasi.

“Kita harus berasumsi bahwa dalam keadaan darurat, lansia tidak bisa berjalan normal, apalagi berlari. Fasilitas tidur mereka harus bisa langsung didorong keluar jika diperlukan,” tambahnya.

Baca Juga:  Pimpin Paripurna HUT Provinsi Sulut, Fransiscus Silangen Kembali Ingatkan Gagasan Visioner Sam Ratulangi

Jumlah tenaga medis dan perawat harus sesuai dengan jumlah penghuni (rasio ideal) untuk memastikan setiap lansia mendapatkan pengawasan melekat.

Selain keamanan dari api, standar kesehatan lingkungan panti juga harus ditingkatkan guna menjamin kualitas hidup para lansia.

Pemerintah diharapkan segera melakukan pendataan ulang terhadap seluruh panti sosial dan memastikan sertifikasi laik fungsi bangunan serta sistem proteksi kebakaran (hydrant/APAR) berfungsi dengan baik.

Tragedi Ranomuut menjadi pengingat keras bahwa memuliakan orang tua di masa senja bukan sekadar memberikan tempat berteduh, melainkan menjamin keamanan dan keselamatan mereka di setiap detik waktu yang tersisa. (Jerry)

 

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

ligaciputra

ligafinal

situs toto

indobet365

toto22

toto21

toto21