BITUNG, Manadonews.co.id – Sorotan tajam tertuju pada proyek pembangunan Laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bitung. Proyek dengan pagu anggaran fantastis senilai Rp12,7 miliar tersebut kini resmi dinyatakan wanprestasi setelah gagal rampung sesuai target waktu yang tertera pada papan kontrak.
Dugaan “Main Mata” dan Aktor di Balik Layar
Proyek yang dikerjakan melalui mekanisme Penunjukan Langsung (PL) ini sejak awal telah memicu kecurigaan publik. Aroma “kongkalikong” tercium menyengat, terutama terkait sosok pelaksana proyek berinisial IM.
IM disinyalir merupakan orang dekat petinggi di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa oknum tersebut diduga kerap menjadi “otak” di balik berbagai proyek besar di Bitung.
Meski beberapa proyek sebelumnya sempat bermasalah dengan nilai miliaran rupiah, sosok ini seakan tak tersentuh hukum.
AMAK Sulut: Segera Berikan Somasi!
Melihat kondisi fisik proyek yang tak kunjung selesai, Aliansi Masyarakat Adat Antikorupsi (AMAK) Sulut angkat bicara. Ketua AMAK Sulut, dr. Sunny Rumawung, mendesak agar pengerjaan dihentikan untuk sementara waktu.
“Kami mendesak agar proyek penunjukan langsung dengan pagu Rp12,7 miliar ini dihentikan dulu. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) harus tegas memberikan somasi atau teguran tertulis kepada kontraktor pelaksana karena sudah terjadi wanprestasi,” kata dr. Sunny Rumawung kepada wartawan di Bitung, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, penghentian ini penting dilakukan guna mengevaluasi buruknya pengelolaan keuangan negara yang dipertontonkan dalam proyek ini.
Sekkot Bitung Buka Suara
Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Kota (Sekkot) Bitung, Rudy Theno, akhirnya memberikan penjelasan. Saat dikonfirmasi, Rudy membeberkan bahwa progres pembayaran proyek tersebut belum sepenuhnya lunas.
“Kalau Lab Dinkes, sesuai laporan baru dibayarkan 60 persen,” ungkap Rudy dalam dialek Manado.
Meski demikian, ketika ditanya mengenai batas waktu tambahan atau addendum yang diberikan kepada kontraktor, Rudy enggan merinci lebih jauh.
“Sampai kapan diberi waktu (perpanjangan), tanya di Dinkes juga ya,” pungkasnya.
Publik Menanti Ketegasan
Kini, publik Kota Bitung menanti langkah nyata dari Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi terkait. Apakah proyek bernilai belasan miliar ini akan berakhir sebagai monumen kegagalan, ataukah ada tindakan tegas bagi para aktor yang bermain di belakangnya? (VM)












