Sitaro, MANADONEWS.CO.ID – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro menggelar rapat koordinasi penanganan darurat bencana alam yang melanda wilayah Pulau Siau. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Media Center Pemda Kepulauan Sitaro, Kelurahan Ondong, Kecamatan Siau Barat, Kamis (8/1/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Inggrid Kalangit, S.KM.
Rapat koordinasi ini dihadiri sekitar 25 peserta dari unsur kementerian, TNI, Polri, BNPB, serta jajaran pemerintah daerah, sebagai bentuk respons cepat dan terpadu terhadap dampak banjir bandang yang terjadi beberapa hari terakhir.
Dalam paparannya, Bupati Chyntia Inggrid Kalangit menjelaskan bahwa penanganan bencana telah memasuki hari keempat masa pencarian dan tanggap darurat.
“Saat ini pencarian korban masih terus dilakukan. Untuk akses jalan yang terdampak bencana, sebagian besar sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat,” ungkap Bupati.
Ia menyebutkan terdapat lima titik terdampak cukup parah, yakni Kelurahan Bahu, Kampung Peling, Kampung Batusenggo, Kampung Bumbiha, dan Kampung Laghaeng. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan masyarakat masih fokus melakukan pembersihan rumah warga serta akses jalan.
Bupati juga memaparkan lokasi pengungsian yang tersebar di beberapa titik, antara lain Museum Tarorane, Gereja Advent, GMIST Betel Peling, GMIST Bethabarat Paseng, serta rumah keluarga dan kerabat warga terdampak. Ia mengakui masih terdapat kekurangan kebutuhan dasar seperti pakaian dan tempat tinggal sementara.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, atas perhatian dan bantuan, serta kepada Deputi Kemenko PMK yang hari ini hadir langsung di Siau,” tambahnya.
Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, ST., M.Si, menegaskan kehadiran pemerintah pusat merupakan perintah langsung untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
“Kami diperintahkan pemerintah pusat untuk berkoordinasi dengan BNPB dan Kementerian Sosial guna memastikan bantuan sampai kepada masyarakat terdampak,” jelasnya.
Ia menambahkan, status tanggap darurat selama 14 hari harus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat, mendata korban, serta menginventarisasi kerusakan sebagai dasar penyusunan laporan lanjutan.
“Pemerintah pusat juga menyiapkan bantuan uang tunai melalui BNPB bagi korban terdampak, serta mendorong penyusunan R3P, termasuk perbaikan akses jalan melalui pemerintah provinsi,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Pencegahan, Drs. Pangarso Suryotomo, M.MB, mengapresiasi sinergi seluruh pihak di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, TNI, dan Polri atas kerja kerasnya dalam menangani masyarakat terdampak bencana. Harapan kami, seluruh pengungsi selalu dalam keadaan sehat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya segera menyusun Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P)agar pemulihan dapat berjalan terarah.
Danrem 131/Santiago, Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip, S.H., M.H, menyampaikan bahwa upaya penanganan di hari keempat tanggap darurat menunjukkan progres positif.
“Akses jalan yang sebelumnya tertutup kini sudah dapat dilewati kendaraan roda dua dan roda empat. TNI dan Polri siap membantu setiap kegiatan penanganan bencana di wilayah Siau,” tegas Danrem.
Senada, Kapolres Kepulauan Sitaro, AKBP Iwan Permadi, SE, mengungkapkan dampak langsung bencana terhadap fasilitas kepolisian.
“Kantor Polres Kepulauan Sitaro mengalami kerusakan sehingga pelayanan kepada masyarakat belum maksimal. Kami berharap ada dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan Mako Polres yang baru,” ungkapnya.
Komandan Kodim 1301/Sangihe, Letkol Czi Nazarudin, ST., M.I.P, menegaskan komitmen TNI sejak awal kejadian bencana.
“Sejak hari pertama, personel TNI bersama Polri terus melakukan pencarian korban hilang, evakuasi warga, serta membuka akses jalan. Saat ini jalan sudah bisa dilalui kendaraan R2 dan R4, dan aktivitas masyarakat mulai berjalan,” ujar Dandim.
Ia menambahkan bahwa tim gabungan masih akan melanjutkan pembersihan rumah warga dan akses jalan yang terdampak banjir bandang.
Perwakilan Kementerian Sosial menyampaikan bahwa penyaluran bantuan logistik akan terus dilakukan.
“Jika ada kekurangan bantuan, pemerintah daerah diharapkan segera berkoordinasi. Hari ini dapur umum dari Manado akan dikirim, dan tim verifikasi data korban juga sudah disiapkan,” jelasnya.
Usai rapat, rombongan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak, di antaranya Mako Polres Kepulauan Sitaro, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, dan Kampung Batusenggo. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir dengan aman dan lancar pada pukul 15.15 Wita.
Rapat koordinasi ini menjadi bukti respons cepat pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan penanganan darurat, pemulihan pascabencana, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro berjalan secara terpadu dan berkelanjutan. (Riko)












