Sitaro, MANADONEWS.CO.ID – Di tengah situasi bencana alam yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro, nilai-nilai keimanan dan kemanusiaan tetap terjaga. Para relawan kemanusiaan bersama masyarakat setempat tetap melaksanakan ibadah di Masjid Al Ikhlas Paniki, Kecamatan Siau Barat Jumat (09/01/2026) sebagai wujud keteguhan iman dan kekuatan batin dalam menghadapi musibah.
Momentum penuh makna tersebut turut dihadiri Kapolres Kepulauan Sitaro, AKBP Iwan Permadi, SE, bersama Komandan Kodim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazarudin, ST., M.I.P. Kehadiran pimpinan TNI dan Polri di tengah masyarakat menjadi simbol kuat dukungan moral serta kebersamaan lintas unsur di masa sulit.
Di sela-sela aktivitas penanganan bencana, ibadah bersama ini menjadi ruang refleksi dan penguatan mental, baik bagi warga terdampak maupun para relawan yang sejak awal berada di garis depan membantu masyarakat. Masjid Al Ikhlas Paniki tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan keteduhan di tengah situasi darurat.
Kapolres Kepulauan Sitaro, AKBP Iwan Permadi, SE, menyampaikan bahwa ibadah memiliki peran penting dalam menjaga ketenangan dan semangat kebersamaan.
“Dalam kondisi bencana seperti ini, ibadah menjadi penguat batin bagi kita semua. Kehadiran kami di sini adalah bentuk kebersamaan, sekaligus memastikan masyarakat tetap merasa aman, didampingi, dan tidak sendiri menghadapi musibah,” ungkap Kapolres.
Sementara itu, Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazarudin menegaskan bahwa TNI bersama Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat, baik dalam penanganan fisik pascabencana maupun pemulihan mental dan spiritual.
“Bencana tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kondisi psikologis masyarakat. Oleh karena itu, kebersamaan, doa dan kepedulian menjadi bagian penting dari proses pemulihan,” ujar Dandim.
Kegiatan ibadah bersama ini mencerminkan kuatnya nilai toleransi, solidaritas, dan semangat gotong royong di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Di tengah keterbatasan akibat bencana, masyarakat dan relawan tetap menempatkan iman sebagai sumber harapan untuk bangkit dan menata kembali kehidupan. (Riko)












