MANADONEWS.CO.ID – Mengawali kalender kerja tahun 2026, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara resmi menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun 2025 sekaligus Pembukaan Masa Persidangan Pertama Tahun 2026, Selasa (6/1/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Andi Silangen, didampingi jajaran wakil ketua, serta dihadiri oleh Wakil Gubernur Victor Mailangkay yang mewakili Gubernur Sulut.
Agenda utama kali ini adalah penyampaian laporan hasil reses dari masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil).
Suara Rakyat dari Akar Rumput
Momentum ini bukan sekadar seremoni pergantian masa sidang. Laporan reses yang dibacakan menjadi potret nyata kondisi masyarakat di 15 kabupaten/kota. Pasca-reses, ekspektasi publik kini tertuju sepenuhnya pada gedung cengkih.
Masyarakat berharap aspirasi yang telah diserap tidak hanya berakhir di atas kertas laporan, tetapi bertransformasi menjadi kebijakan nyata.
Terdapat tiga titik berat utama yang menjadi tumpuan harapan masyarakat Sulut kepada para legislator di tahun 2026:
Optimalisasi Fungsi Pengawasan
Masyarakat menginginkan DPRD lebih tajam dalam mengawasi pelaksanaan program pemerintah, terutama yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan rakyat, infrastruktur pedesaan, dan penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran.
Produktivitas Legislasi
Harapan besar diletakkan pada penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang berpihak pada perlindungan adat, pemberdayaan UMKM, dan kelestarian lingkungan hidup di Sulawesi Utara.
Transparansi Anggaran
Di tengah tantangan ekonomi tahun 2026, publik menuntut fungsi anggaran (budgeting) diarahkan pada skala prioritas yang mampu menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas pendidikan serta kesehatan di pelosok Bumi Nyiur Melambai.
Komitmen Menuju Kinerja yang Terukur
Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Silangen, menegaskan bahwa seluruh catatan reses akan menjadi acuan penting bagi komisi-komisi untuk ditindaklanjuti bersama mitra kerja eksekutif.
”Tahun 2026 ini harus menjadi tahun pengabdian yang lebih progresif. Apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan masyarakat di dapil masing-masing adalah perintah kerja bagi kami,” ungkapnya dalam suasana paripurna.
Senada dengan itu, Wakil Gubernur Victor Mailangkay dalam sambutannya mengapresiasi sinergitas yang terjalin. Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk menyelaraskan program pembangunan dengan temuan-temuan reses yang disampaikan oleh para anggota dewan.
(Jerry)












