Berita TerbaruBerita UtamaMinahasa

Tragedi Tabrak Lari di Kakas Barat, Pria Tewas Diduga Dihantam Mobil Komplotan Pencuri Anjing

×

Tragedi Tabrak Lari di Kakas Barat, Pria Tewas Diduga Dihantam Mobil Komplotan Pencuri Anjing

Sebarkan artikel ini

Minahasa, MN — Duka menyelimuti Desa Panasen, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, setelah seorang pria bernama Steven Rumais meninggal dunia dalam peristiwa tabrak lari yang terjadi pada Sabtu pagi, 24 Januari 2026.

Steven, yang dikenal warga sebagai sosok pekerja keras dan tulang punggung keluarga, sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

MANTOS

Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka parah yang diderita dalam kecelakaan tersebut.

Menurut keterangan warga, peristiwa bermula ketika Steven mengendarai sepeda motor untuk memindahkan sapi peliharaannya sekaligus mencari rumput pakan ternak. Di tengah perjalanan, sebuah mobil Toyota Avanza berwarna biru dengan nomor polisi DB XX22 CD diduga menabraknya dengan keras.

Benturan tersebut membuat Steven terhempas ke badan jalan, sementara sepeda motornya terseret dan tersangkut di bagian bawah mobil.

Pengemudi mobil sempat berusaha melarikan diri, namun tidak dapat melaju jauh karena kendaraan korban tersangkut di kolong mobil.

Warga yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan membawa Steven ke rumah sakit. Namun, di tengah upaya penyelamatan, warga melaporkan bahwa sepeda motor milik salah satu penolong justru dicuri oleh orang-orang yang diduga berada di dalam mobil tersebut.

“Warga berusaha menolong korban, tapi pada saat bersamaan ada motor yang hilang. Diduga pelaku yang sama,” ujar salah satu warga Panasen kepada wartawan, Minggu (26/1).

Perkembangan lain yang menggegerkan warga, mobil Toyota Avanza yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut ditemukan terparkir di pinggir jalan dalam keadaan kosong.

Saat diperiksa, di dalam kendaraan ditemukan sejumlah anjing dalam kondisi tidak bernyawa. Warga menduga hewan-hewan itu merupakan hasil pencurian oleh komplotan yang sama.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta memastikan keterkaitan antara peristiwa tabrak lari, dugaan pencurian kendaraan, dan temuan bangkai anjing di dalam mobil.

Kematian Steven Rumais meninggalkan duka mendalam, terutama bagi sang ibu yang selama ini bergantung pada anaknya sebagai tulang punggung keluarga.

Warga Panasen pun mendesak pihak berwenang untuk segera menangkap para pelaku dan menuntaskan kasus tersebut.

Di sisi lain, peristiwa ini kembali memicu seruan dari sejumlah warga dan pegiat kemanusiaan agar masyarakat menghentikan konsumsi daging anjing, yang dinilai berkaitan erat dengan maraknya pencurian hewan dan tindak kriminal lintas wilayah.

“Selama masih ada permintaan, maka pencurian dan perdagangan ilegal akan terus terjadi. Kami mengajak masyarakat untuk berhenti mengonsumsi daging anjing demi alasan kemanusiaan, kesehatan, dan keamanan bersama,” ujar Yoan, salah satu aktivis perlindungan hewan di Minahasa.

Sejumlah organisasi masyarakat sipil juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat edukasi publik, pengawasan pasar, serta penegakan hukum terhadap perdagangan hewan yang tidak sesuai aturan.

Kasus ini menambah daftar peristiwa kriminal yang meresahkan warga di wilayah Kakas Barat.

Aparat diharapkan meningkatkan patroli dan pengawasan guna memulihkan rasa aman masyarakat, sekaligus memastikan bahwa praktik pencurian dan perdagangan ilegal hewan dapat ditekan.(Steven)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop