MANADO,MANADONEWS.CO.ID– Panglima Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menegaskan bahwa proses rekrutmen prajurit TNI AD baik itu tingkat Tamtama, Bintara, maupun Perwira secara transparan dan tidak dipungut biaya alias gratis.
Hal itu disampaikan Pangdam XIII/Merdeka usai memimpin sertijab pejabat utama Kodam XIII/Merdeka di Grhadika Jaya Sakti Makodam XIII/Merdeka, Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (29/1/2026).
Jenderal bintang dua lulusan Akmil 1990 ini secara tegas meminta masyarakat untuk tidak percaya pada calo atau oknum siapapun yang menjanjikan kelulusan dengan meminta uang.
“Saudara saudara sekalian jangan percaya kepada siapapun kalau diminta sesuatu baik itu uang ataupun yang lainnya atau janji janji semua itu adalah palsu. Tidak ada pembayaran sesuatu pun untuk pendaftaran prajurit,” tegas Pangdam.
Orang nomor satu di Kodam XIII/Merdeka ini, menegaskan larangan keras bagi seluruh prajurit di Kodam XIII/Merdeka termasuk panitia yang terlibat percaloan penerimaan prajurit.
“Apabila ditemukan ada yang menerima suap atau pungutan liar (pungli) untuk meloloskan calonnya, maka yang bersangkutan akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Pangdam.
Selain memberikan peringatan, Pangdam juga menjelaskan seleksi penerimaan untuk menjadi calon Prajurit TNI AD dilaksanakan secara ketat, jujur, transparan, dan sesuai aturan yang telah ditetapkan oleh Angkatan Darat.
Ia juga mengingatkan kepada para masyarakat khususnya orangtua dan calon pendaftar untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, menjaga kesehatan, memperkuat fisik, meningkatkan pengetahuan, serta memperbanyak ibadah dan doa.
“Jadi hindari calo dan yakin pada diri sendiri. Siapkan diri kalian masing-masing sehingga bisa masuk sesuai standar yang ditetapkan. Sudah ada ketentuan nilai dan lain sebagainya semua direkap sesuai dengan hasil yang terjadi di lapangan. Junjung tinggi kejujuran, dan raih impian menjadi prajurit TNI AD,” pungkasnya. (Regina.TS)












