BITUNG,MANADONEWS.CO.ID– Komandan Rindam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wempi Ramandei memimpin pelaksanaan briefing penyelenggaraan operasional pendidikan (Opsdik) dalam rangka pembukaan Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri (Dikjurtaif) lulusan Pendidikan Pertama Tamtama (Abit Dikmata) Infanteri TNI AD Gelombang III Tahun 2025 di Secata Rindam XIII/Merdeka Kelurahan Girian Indah, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan briefing ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian kurikulum, kesiapan pelatih, hingga sarana dan prasarana pendudukung pendidikan berlangsung telah siap dan sesuai standar yang ditetapkan komando atas.
Danrindam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wempi Ramandei menekankan kepada seluruh peserta agar melaksanakan pendidikan dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Mengingat waktu pendidikan yang relatif singkat, para siswa diminta untuk manfaatkan setiap kesempatan dengan sebaik-baiknya untuk belajar dan berlatih.
“Laksanakan pendidikan dengan penuh semangat. Waktu pendidikan sangat singkat, kalian harus berkomitmen untuk menyerap seluruh materi pelajaran dengan maksimal,” ujar Danrindam.
Danrindam menyampaikan pentingnya peran Tamtama sebagai tulang punggung satuan yang nantinya disiapkan dalam Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP).
“Tamtama merupakan garda terdepan di medan tugas, prajurit yang profesional, disiplin tinggi, dan tangguh dalam menjaga kedaulatan NKRI serta ujung tombak kekuatan teritorial, dan pelaksana teknis di lapangan,” kata Danrindam.
Ia juga menegaskan bahwa prajurit Infanteri wajib menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI sebagai pedoman moral dan disiplin, bertindak sebagai punggung pertahanan yang menghindari segala bentuk pelanggaran sekecil apapun serta menaati seluruh aturan yang berlaku.
“Tanamkan jiwa korsa yang kuat untuk tujuan positif dan saling mengingatkan antar rekan agar tidak menyimpang dari aturan serta menjaga kondisi fisik agar selalu PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, Adaptif) dan senantiasa mengutamakan faktor keamanan dalam setiap pelaksanaan latihan,” ujarnya.
Diakhir pengarahan, Danrindam memberikan pesan kepada para pelatih,
“Dipundak kalian memikul amanah besar. Bimbinglah para siswa ini dengan hati yang ikhlas dan ketegasan yang mendidik, agar lahir prajurit-prajurit yang tangguh, beretika, dan bertaqwa. Serta laksanakan tugas ini sebagai bagian dari ibadah kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.
Sementara itu, Dansecata Rindam XIII/Merdeka Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin mengatakan bahwa pendidikan ini merupakan lanjutan kejuruan Infanteri yang diikuti 509 siswa Dikjurtaif Abit Dikmata Infanteri TNI AD Gelombang III Tahun 2025, dan akan berlangsung selama kurang lebih 1 bulan.
“Kegiatan ini difokuskan untuk membentuk prajurit yang memiliki militansi, patriotisme, serta kemampuan tempur tinggi. Pendidikan ini mencakup materi seperti menembak, ketahanan mars, dan tradisi Yudha Wastu Pramuka sebagai puncak kejuruan Infanteri,” kata Dansecata.
Kegiatan ini dihadiri Wadanrindam XIII/Merdeka Kolonel Inf Richard Harison, Kabaglat Rindam XIII/Merdeka Kolonel Inf Andik Siswanto, Kabagdik Rindam XIII/Merdeka Kolonel Inf Jusriadi dan para pejabat teras Rindam XIII/Merdeka. (Regina.TS)
Langsung ke konten












