MANADO,MANADONEWS.CO.ID– Dalam rangka meningkatkan disiplin dan kepatuhan hukum Prajurit dan PNS TNI, Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto membuka secara resmi Operasi Penegakkan Ketertiban (Gaktib) dan Yustisi Polisi Militer TNI TA 2026, bertempat di Lapangan Upacara Makodam XIII/Merdeka, Manado, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “TNI PRIMA, TAAT HUKUM, BERDAULAT, INDONESIA MAJU”, diikuti oleh 300 personel gabungan TNI-Polri, Dinas Perhubungan, dan Sat Pol PP. Bertindak selaku Komandan Upacara (Danup) Wadanpomkodaeral VIII Letkol Laut (PM) Hanie Punuh.
Sebagai tanda dimulainya operasi Gaktib dan Yustisi oleh Polisi Militer TNI di wilayah Kodam XIII/Merdeka, Kasdam menyematkan ban lengan kepada tiga matra personel Polisi Militer (POM) dilanjutkan dengan pembacaan tekad.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto menyampaikan bahwa Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi merupakan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum, serta profesionalisme prajurit dan PNS TNI.
“Pelaksanaan operasi harus mengedepankan pendekatan edukatif, karena esensi operasi ini adalah proses lanjutan dari upaya pencegahan sekaligus penyelesaian pelanggaran hukum di lingkungan TNI,” kata Kasdam.
Selain itu, Kasdam juga menekankan pentingnya peningkatan kemampuan prajurit Polisi Militer dalam mengikuti perkembangan teknologi, termasuk dalam pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan siber serta penyalahgunaan media sosial yang berpotensi merusak citra institusi.
“Prajurit Polisi Militer harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi, termasuk dalam mencegah pelanggaran berbasis digital. Modernisasi alat peralatan serta sarana prasarana teknologi informasi perlu dioptimalkan guna mempercepat proses penanganan perkara pidana secara profesional dan transparan,” ujarnya.
Ketika diwawancarai, mantan Danrem 051/Wijayakarta itu mengatakan berdasarkan laporan pelaksanaan tahun 2025, terjadi penurunan jumlah pelanggaran dibandingkan 2024. Pada Operasi Gaktib, jumlah pelanggaran turun 5,62 persen. Sementara itu, Operasi Yustisi mencatat penurunan signifikan perkara turun 40,64 persen.
“Penurunannya ini merupakan langkah yang luar biasa tentunya harapan kita semua nantinya di tahun 2026 akan semakin menurun mudah mudahan tidak ada pelanggaran sekecil apapun yang dilakukan oleh prajurit TNI maupun PNS,” katanya.
Sebagai penekanan akhir, Kasdam mengingatkan seluruh prajurit Polisi Militer untuk bekerja dengan maksimal, baik, ikhlas, tulus dan bertanggung jawab. Prajurit diminta memegang teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan profesionalisme.
“Disiplin bagi prajurit adalah nafas, harga mati yang tidak bisa ditawar. Kita akan memperbanyak Jam Komandan (Jamdan) yang akan dilakukan oleh para komandan satuannya untuk menekan pelanggaran disiplin agar tidak terulang kembali di tahun 2026,” tandasnya.
Kegiatan ini dihadiri Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Agus Wahyudi Irianto, Wadanrindam XIII/Merdeka Richard Harison, para Asisten Kasdam dan Kabalak Kodam XIII/Merdeka, Pjs. Asops Dankodaeral VIII Kolonel Laut (P) Shodikin, Danpomdam XIII/Merdeka Kolonel Cpm Novem Janri Rajagukguk, Kabid Propam Polda Sulut Kombes Pol Reindolf Unmehopa, Danpom Kodaeral VIII Letkol Laut (PM) Abd Hanan, para Dansat jajaran Kodam XIII/Merdeka, Kadis Perhubungan Provinsi Sulut Izak R.P Rey, Kadis Perhubungan Kota Manado Jefry Worang dan para tamu undangan. (Regina.TS)












