MANADONEWS.CO.ID – Suasana khidmat menyelimuti Function Room Hotel Miracle Manado pada Jumat malam, 13 Februari 2026. Dalam ibadah bersama jemaat Gilgal Ministry, Anggota DPD/MPR RI, Senator DR. Maya Rumantir, MA., Ph.D., hadir membawa pesan kesejukan mengenai hakikat kebahagiaan dan kasih menjelang peringatan hari kasih sayang.
Rahasia Kebahagiaan di Tengah Ujian
Dalam khotbahnya yang mendalam, Senator Maya menekankan bahwa hidup adalah sebuah gelanggang pertandingan yang penuh tantangan. Mengutip nats Alkitab dari 1 Petrus 1:1-9, ia mengingatkan jemaat bahwa masalah adalah bagian tak terpisahkan dari eksistensi manusia.
”Hidup ini adalah sebuah pertandingan. Namun, di dalam Dia, kau cakap menanggung perkara, sebab hidup ini memang penuh dengan masalah,” ujar Maya.
Ia memaparkan sebuah formula praktis bagi siapa saja yang merindukan kebahagiaan sejati di dunia yang kian dinamis ini. Menurutnya, kebahagiaan bukanlah sesuatu yang dikejar secara membabi buta, melainkan buah dari kedisiplinan spiritual.
”Rahasia kebahagiaan di dunia ini adalah mendengar, merenung, dan melakukan Firman Tuhan,” tegasnya.
Kasih Bukan Sekadar Sentimen
Menyinggung momentum malam kasih sayang, peraih dua kali Kartini Award ini memberikan definisi yang tajam. Ia menolak anggapan bahwa kasih sayang hanya sebatas perasaan sentimentil atau luapan emosi sesaat.
”Kasih sayang itu tidak hanya soal getaran, tapi melakukannya. Kasih harus dikuatkan dengan Firman Tuhan agar tidak goyah oleh situasi,” kata Maya di hadapan ratusan jemaat yang hadir.
Pesan ini pun menuai apresiasi dari Evans Steven Liouw, Staf Ahli Gubernur Sulawesi Utara. Birokrat senior ini mengaku terkesan dengan kedalaman spiritual sang Senator.
“Ini pertama kalinya saya mendengar Ibu Maya berkhotbah, dan saya benar-benar merasakan kasih karunia-Nya mengalir. Kotbah ini sangat memberkati,” ungkap Evans.
Menjadi ‘Generasi Emas’ yang Tahan Uji
Perhatian khusus juga diberikan Senator Maya kepada para remaja pelajar pendoa. Ia menantang kaum muda untuk memiliki mentalitas sekuat logam mulia melalui analogi emas.
Jati Diri: Emas akan tetap menjadi emas di mana pun ia berada dan menjadi bentuk apa pun ia ditempa.
Integritas: Proses menjadi emas memang menyakitkan karena melibatkan api ujian, namun itulah yang menciptakan nilai tak terhingga.
Visi: Generasi muda harus menjadi “Duta Generasi Emas” yang tidak mudah menyerah pada keadaan.
Ibadah yang berlangsung di Hotel Miracle ini ditutup dengan suasana hangat.
Pesan Senator Maya Rumantir meninggalkan kesan kuat bahwa menjadi bahagia adalah tentang bagaimana manusia merespons masalah dengan iman, serta mewujudkan kasih melalui tindakan nyata yang terukur. (Jerry)












