MANADO,MANADONEWS.CO.ID- Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menghadiri acara perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan Buka Puasa bersama yang diselenggarakan di Graha Gubernur Kelurahan Bumi Beringin, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Minggu (22/2/2026).
Kehadiran Pangdam XIII/Merdeka dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Darat, khususnya Kodam XIII/Merdeka, dalam memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan kerukunan antar umat beragama di wilayah Sulawesi Utara. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mencerminkan semangat persaudaraan dalam merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan Buka Puasa Bersama yang dipimpin oleh Gubernur Sulut Yulius Selvanus.
Kegiatan ini juga turut dihadiri Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip, Asintel Kasdam XIII/Merdeka Kolonel Kav Ilham Faisal Siregar, Dirreskrimsus Polda Sulut Kombes Pol FX Winardi Prabowo, Walikota Manado Andrei Angouw, Walikota Bitung Hengky Honandar, Kakanwil Kementerian Agama Sulut H. Ulyas Taha, para toko Agama beserta tamu undangan.
Pada kesempatan itu, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang memadukan perayaan Imlek dan buka puasa bersama sebagai wujud nyata toleransi dan persaudaraan. Menurutnya, keberagaman yang ada di Sulawesi Utara merupakan kekuatan besar dalam menjaga stabilitas dan persatuan bangsa.
“Kebersamaan seperti ini mencerminkan nilai luhur bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi dan saling menghormati antarumat beragama. Kodam XIII/Merdeka akan terus mendukung setiap upaya yang mempererat persatuan dan kesatuan,” ujar Pangdam.
Pangdam mengatakan bahwa perayaan Imlek 2577 Kongzili di tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi, silaturahmi, dan semangat kebersamaan dalam membangun daerah yang aman, damai, serta sejahtera.
“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga pengingat untuk terus meningkatkan kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama di Sulawesi Utara, sehingga tercipta situasi wilayah yang kondusif serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Pangdam. (Regina.TS)












