MANADO,MANADONEWS.CO.ID- Komandan Korem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip menyampaikan arahan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto dalam pengarahan kepada Prajurit, PNS dan Persit Korem 131/Santiago di Aula Santiago Makorem 131/Santiago, Kota Manado, Senin (23/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Agus Wahyudi Irianto, Kasiren Korem 131/Santiago Kolonel Inf Wasono Handayani, para Kasi Kasrem 131/Santiago, para Kabalakajudam XIII/Merdeka, Ketua Persit KCK Koorcabrem 131 PD XIII/Merdeka Ny Ella Martin beserta para pengurus Persit KCK Koorcabrem 131 PD XIII/Merdeka.
Dalam pengarahannya, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip mengatakan, Presiden menegaskan potensi perang dunia ketiga, meskipun Indonesia tidak terlibat langsung dalam konflik tapi dampaknya akan tetap dirasakan secara langsung. Indonesia harus waspada, siap dan berdikari menghadapi gejolak dunia serta tidak mudah terpecah belah. Dia juga mengingatkan sejarah dimana NKRI dibangun atas pengorbanan rakyat.
“Bapak Presiden memberikan apresiasi tinggi dan perhatian penuh atas kecepatan prajurit TNI dalam menangani bencana di berbagai wilayah,” kata Danrem.
Lebih lanjut, Danrem menyampaikan, bahwa TNI wajib memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program strategis pemerintah termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat, Kedaulatan pangan dan energi, serta pembangunan jembatan.
Presiden juga memberikan arahan tegas mengenai adanya indikasi intervensi asing di balik aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan, sehingga kita harus waspada dan tidak mudah terpengaruh.
Selain itu, Sinergi TNI bersama pemerintah daerah dalam melaksanakan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang direncanakan dilakukan pada hari Rabu dan Jumat sebagai upaya serius penanganan sampah nasional.
“Jaga seluruh SDA Indonesia dari segala macam bentuk pelanggaran dan eksploitasi Ilegal oleh siapapun penanganan dan penegakkan hukum yang seadil-adilnya kepada siapapun,” ujarnya.
Presiden juga berpesan agar TNI menjadi benteng terakhir NKRI yang tangguh dan menjaga kepercayaan rakyat dengan selalu siap membantu rakyat dimanapun dan kapanpun.
“Perkuat kekompakan dan sinergitas TNI-Polri dari level pimpinan tertinggi sampai prajurit terbawah, khususnya dalam menjaga stabilitas nasional,” kata Danrem.
Pada kesempatan itu, Danrem juga menyampaikan penegasan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak terkait komitmen penguatan soliditas dan kesiapsiagaan menghadapi dinamika tugas ke depan, serta dukungan penuh terhadap program pemerintah di bawah Presiden RI Prabowo Subianto demi Indonesia maju dan sejahtera.
Tak lupa, orang nomor satu di Korem 131/Santiago itu menekankan terkait arahan Pangdam XIII/Merdeka yang menuntut prajurit untuk lebih disiplin menjaga kesehatan fisik dan lebih berhati-hati dalam beraktivitas sehari-hari demi menekan angka kematian. Selain itu, pemimpin dituntut harus memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan, kondisi, serta permasalahan yang dihadapi prajurit dan keluarganya, melalui pengawasan intensif serta memberikan solusi konkret atas kesulitan yang ada.
Diakhir arahannya, Danrem mengatakan pentingnya penggunaan media sosial secara aktif, kreatif, dan bijak oleh satuan Penerangan baik Korem, Kodim maupun Balak untuk mempublikasikan kegiatan latihan TNI dan program pemerintah.
“Penggunaan medsos harus hati-hati, jangan ada komentar negatif tentang program pemerintah,” pungkasnya. (Regina.TS)












