MANADONEWS.CO.ID – Sektor pertambangan rakyat di Sulawesi Utara (Sulut) tengah dilanda ketidakpastian hebat. Para penambang emas kini terjepit situasi sulit lantaran hasil jerih payah mereka tak lagi laku di pasaran. Sejumlah toko emas yang biasanya menjadi tumpuan penjualan kini memilih tutup atau menghentikan aktivitas pembelian.
Kondisi ini dipicu oleh kekhawatiran para pemilik toko dan perantara terhadap operasi pasar yang gencar dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Mereka takut emas yang dibeli langsung dari penambang akan disita, sehingga memilih untuk “tiarap” demi keamanan.
Menanggapi krisis ekonomi yang menimpa warga lingkar tambang, Anggota DPRD Sulut, Pierre Makisanti, meminta pemerintah segera turun tangan. Politisi PDIP ini menegaskan bahwa kebutuhan pokok keluarga penambang tidak bisa ditunda.
“Kasihan para penambang rakyat. Mereka sudah bekerja sekuat tenaga, tapi hasilnya tidak bisa dijual untuk membiayai kebutuhan sehari-hari di rumah. Pemerintah harus secepatnya mencari solusi,” ujar Pierre Makisanti dalam rapat di kantor DPRD Sulut, Selasa (2/3/2026).
Perputaran uang di sektor tambang rakyat melambat drastis, berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga penambang. Belum adanya sinkronisasi antara aktivitas penambangan rakyat dengan penegakan hukum di lapangan.
Toko emas dan perantara berhenti beroperasi karena takut terseret masalah hukum atau penyitaan aset.
Pierre juga menyoroti perlunya koordinasi lintas sektoral antara Pemerintah Daerah dan Forkopimda. Mengingat sudah adanya Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang mengatur wilayah tersebut, ia mendesak agar aturan main diperjelas.
“Pemerintah dan Forkopimda harus duduk bersama. Kalau perlu malam ini dibahas, agar besok sudah ada kepastian hukum. Jangan biarkan masyarakat terus berada dalam ketidakpastian,” pungkasnya.
Hingga saat ini, mandegnya serapan hasil tambang ini tidak hanya memukul para pekerja tambang, tetapi juga mulai berdampak luas pada ekosistem ekonomi mikro di wilayah-wilayah pertambangan Sulawesi Utara. (Jerry)












