Berita TerbaruBerita UtamaManado

Jaga Marwah Adat, Waraney Tanah Toar Lumimuut Tegas Tolak GRIB Jaya di Sulawesi Utara

×

Jaga Marwah Adat, Waraney Tanah Toar Lumimuut Tegas Tolak GRIB Jaya di Sulawesi Utara

Sebarkan artikel ini
Audy Malonda bersama Boyke Rompas

MANADONEWS.CO.ID – Eskalasi penolakan terhadap kehadiran organisasi kemasyarakatan (ormas) GRIB Jaya di Sulawesi Utara kian menguat. Organisasi adat Waraney Tanah Toar Lumimuut secara resmi menyatakan sikap tegas menolak keberadaan GRIB Jaya demi menjaga stabilitas daerah dan melestarikan kearifan lokal Minahasa.

Pernyataan sikap ini disampaikan di tengah momentum peringatan HUT Waraney Tanah Toar Lumimuut dan HUT Permesta yang dipusatkan di kawasan Taman Kesatuan Bangsa (TKB), Pusat Kota Manado, Rabu (11/03/2026).

MANTOS

Penasehat Waraney Tanah Toar Lumimuut, Boyke Rompas, SH, menekankan bahwa Sulawesi Utara memiliki tatanan sosial yang unik dan sudah mengakar kuat. Menurutnya, masuknya organisasi luar tanpa pemahaman budaya yang mendalam berisiko merusak harmoni yang ada.

“Sulawesi Utara dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi. Jika tidak memahami budaya lokal, kehadiran GRIB Jaya berpotensi menimbulkan gesekan sosial,” ujar Boyke yang juga merupakan putra dari tokoh Permesta, Nyong Rompas.

Ia menambahkan bahwa setiap entitas yang ingin hadir di Bumi Nyiur Melambai harus menghormati nilai-nilai lokal yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat. Ketua Yayasan Permesta Sejahtera Indonesia (YPSI) ini, berkomitmen terus mendukung pemerintah TNI dan Polri.

“Tentu dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan di Tanah Toar Lumimuut khususnya dan Sulawesi Utara pada umumnya,” tukas Boyke.

Senada dengan hal tersebut, Tonaas Wangko Waraney Tanah Toar Lumimuut, Audy Malonda, menjelaskan bahwa penolakan ini didasari oleh keinginan untuk melindungi identitas budaya dan “marwah” leluhur. Malonda juga menyoroti rekam jejak GRIB Jaya di berbagai daerah lain di Indonesia.

Filosofi Mapalus menjadi dasar penolakan karena dinilai berseberangan dengan karakter organisasi yang ditolak. Selanjutnya Rekam Jejak: Adanya penolakan serupa di beberapa wilayah NKRI menjadi alarm bagi masyarakat adat Sulut. Aksi ini adalah langkah preventif demi kerukunan, bukan upaya menciptakan konflik baru.

“Penolakan ini kami sampaikan secara terbuka. Kami ingin menjaga keharmonisan masyarakat Sulawesi Utara yang diwariskan oleh para leluhur,” tegas Malonda.

Langkah Waraney Tanah Toar Lumimuut tidak berhenti pada pernyataan sikap saja. Malonda mengungkapkan bahwa pihaknya tengah membangun konsolidasi besar-besaran dengan berbagai ormas adat lainnya di Minahasa.

“Kami akan menyatukan misi dalam Aliansi Masyarakat Adat. Ke depan, kami berencana melakukan aksi yang lebih besar untuk memastikan Sulawesi Utara tetap kondusif dan bebas dari potensi konflik antar-organisasi,” pungkasnya.

Pihak organisasi juga berharap Pemerintah Daerah dapat peka dan memperhatikan aspirasi masyarakat adat ini guna menjamin keamanan dan kenyamanan warga di Sulawesi Utara. (Jerry)

 

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11