AgamaBerita TerbaruBerita UtamaMinahasa

Satu Abad Opa Ventje: “Aku Tetap Dia yang Menggendongmu Hingga Rambutmu Putih”

×

Satu Abad Opa Ventje: “Aku Tetap Dia yang Menggendongmu Hingga Rambutmu Putih”

Sebarkan artikel ini
Sukacita keluarga besar Opa Ventje Sumarar bisa menginjak usia 100 tahun

TONDANO, Manadonews.co.id – Di sebuah sudut Desa Eris, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, suasana Kamis (12/03/2026) terasa berbeda.

Bukan sekadar perayaan biasa, hari itu menjadi saksi sejarah bagi keluarga besar Tumarar-Sumanti. Sang kepala keluarga, Opa Ventje Tumarar, resmi menginjak usia 100 tahun—satu abad perjalanan hidup yang penuh berkat.

MANTOS

Lahir pada 12 Maret 1926, Opa Ventje merayakan momen emasnya dengan cara yang paling bersahaja namun khidmat: beribadah bersama.

Tak main-main, ruang tamu kediamannya dipenuhi oleh lima generasi keturunannya yang datang untuk memberikan penghormatan bagi sang nahkoda keluarga.

Janji Setia dalam Ayat Suci

Ibadah syukur tersebut dipimpin oleh Pendeta Benny Ole, S.Th.

Suasana seketika hening saat petikan ayat Alkitab dari Yesaya 46:4 dibacakan.

Ayat tersebut seolah menjadi potret nyata dari perjalanan hidup Opa Ventje:

“Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.”

Kalimat itu bukan sekadar rangkaian kata bagi keluarga besar ini.

Ia adalah bukti penyertaan Tuhan yang memampukan Opa Ventje tetap tegak berdiri meski usia telah menapak angka 100.

Warisan Kasih Lima Generasi

Meski sang istri tercinta, Almarhumah Oma Yohana Sumanti, telah lebih dulu berpulang, cinta mereka terus tumbuh melalui keturunan yang luar biasa banyak.

Di usianya yang seabad, Opa Ventje adalah pohon rindang bagi 9 orang anak, 38 orang cucu, 31 orang cece (cicit), 1 orang cucu buyut (generasi kelima).

“Kami sangat bersyukur. Melihat Opa masih diberi kesehatan dan kekuatan oleh Tuhan hingga hari ini adalah mukjizat nyata bagi kami semua,” ujar salah satu anggota keluarga dengan nada haru.

Di tengah riuhnya dunia modern tahun 2026, sosok Opa Ventje di Desa Eris menjadi pengingat tentang ketangguhan, iman, dan pentingnya akar keluarga.

Satu abad berlalu, namun semangatnya tetap menjadi pelita bagi lima generasi yang kini melanjutkan jejak langkahnya. (JerryPalohoon)

 

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop