KEMA, Manadonews.co.id – Areal persawahan yang berada di Desa Kema Satu, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara beberapa waktu yang lalu tergenang di beberapa titik. Beberapa petani maupun pemilik lahan yang terdampak mengeluhkan akan keadaan tersebut. Lahan seluas kurang lebih 50 hektar tersebut merupakan salah satu lumbung padi yang ada di Kecamatan Kema.
Setelah dilakukan pemantauan, salah satu penyebab utama tergenangnya areal persawahan tersebut adalah tertutupnya saluran air dengan sampah rumah tangga maupun tumbuhan-tumbuhan merambat seperti alang-alang.

Melihat kondisi tersebut dan setelah bermusyawarah dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemilik lahan serta petani penggarap, manajemen dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sulut-3 merespon dengan melakukan normalisasi saluran irigasi yang ada di persawahan Desa Kema Satu. Areal persawahan tersebut berdekatan dengan lokasi site dari PLTU Sulut-3.
Saluran irigasi yang ada di areal persawahan tersebut memiliki 3 saluran air utama, yaitu sisi selatan, tengah dan utara. Sisi utara bermuara di samping lokasi PLTU Sulut-3.

Normalisasi dilakukan PLTU Sulut-3 melibatkan para petani dalam hal pembersihan saluran irigasi yang tertutup dengan sampah dan ilalang. Selain itu PLTU Sulut-3 juga menurunkan 1 unit alat berat berupa excavator dalam kegiatan normalisasi tersebut.

Berry Rumbay perwakilan PLTU Sulut-3 selaku koordinator normalisasi persawahan Desa Kema Satu menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu warga agar areal persawahan yang sempat tergenang bisa surut dan normal kembali.
“Kami melaksanakan kegiatan ini agar para warga terutama pemilik lahan yang areal persawahannya sempat tergenang air bisa surut, serta kondisi lahannya bisa normal kembali, dengan demikian lahan mereka bisa berproduksi kembali,” ujar Berry yang merupakan salah satu karyawan di PLTU Sulut-3.

Selain pembersihan saluran irigasi, menurut Berry pihak PLTU Sulut-3 juga sudah membangun talut di beberapa titik saluran irigasi persawahan tersebut. Saluran air yang sebelumnya berdinding tanah diperbaiki oleh PLTU Sulut-3 menjadi dinding beton yang lebih kokoh dan rapi.

Ditambahkannya dengan areal persawahan yang bisa berproduksi kembali diharapkan para petani penggarap bisa aktif bekerja kembali dan dampak yang lebih besar daripada itu adalah dapat mendukung program pemerintah dalam hal swasembada pangan di seluruh Indonesia. (red)
Langsung ke konten












