MANADONEWS.CO.ID – Kelangkaan LPG 3 Kg di Sulawesi Utara (Sulut) kini mencapai titik kritis.
Tak hanya sulit ditemukan, harga di tingkat pengecer pun melonjak tajam hingga dua kali lipat dari Harga Eceran Tertinggi (HET).
Anggota Komisi II DPRD Sulut, Jeane Laluyan, mengungkapkan temuan mengejutkan setelah melakukan sidak selama dua pekan.
Di wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong), harga terpantau menyentuh angka Rp50.000 per tabung, sementara di daerah lain rata-rata dijual Rp25.000 hingga Rp40.000.
”Masyarakat sangat dirugikan. Di saat stok diklaim aman oleh Pertamina, kenyataan di pasar justru mencekik leher,” ujar Jeane Laluyan kepada wartawan di Manado, kemarin.
Selain faktor distribusi, Jeane juga menyoroti adanya laporan warga mengenai dugaan pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang turut memborong stok saat mobil distribusi tiba, sehingga sisa stok untuk masyarakat umum kian menipis.
DPRD mendesak adanya regulasi ketat untuk mematok harga maksimal di tingkat warung agar harga tidak lagi “liar”. (**Jrp)
Langsung ke konten












