TAHUNA, MANADONEWS.CO.ID – Suasana khidmat terasa dalam perayaan Ekaristi Minggu Prapaskah V yang dilaksanakan di Gereja Katolik Hati Kudus Bahoi pada Minggu (22/03/2026). Perayaan dipimpin oleh Pastor Paroki Pastor Jacob Adilang, yang dalam homilinya mengajak umat untuk semakin mendalami makna pertobatan melalui pengetahuan, pengalaman iman, dan kesetiaan kepada Allah.
Dalam homilinya, Pastor Jacob menegaskan bahwa manusia terus berkembang dalam ilmu pengetahuan, tetapi perkembangan itu harus membawa manusia kepada keselamatan, bukan menjauh dari Tuhan.
“Kita belajar banyak hal dalam hidup. Ilmu bertambah, pengalaman bertambah, teknologi juga semakin maju. Tetapi kita harus ingat, ilmu yang kita miliki harus menuntun kita kepada keselamatan, bukan kepada kesombongan,” ungkap Pastor Jacob.
Pastor Jacob menjelaskan bahwa pengetahuan yang benar selalu membawa perubahan dalam diri manusia. Orang yang sungguh memahami kebenaran akan hidup dalam cara yang baru, lebih bijaksana, lebih rendah hati, dan lebih dekat dengan Allah.
Menurutnya, kehidupan iman tidak hanya soal mengetahui ajaran, tetapi bagaimana ajaran itu dihidupi dalam keseharian.
“Kalau kita hanya tahu, tetapi tidak berubah, maka ilmu itu tidak membawa keselamatan. Pengetahuan harus membuat kita menjadi manusia baru,” katanya.
Dalam homilinya, Pastor Jacob juga mengingatkan bahwa hidup adalah perjuangan untuk menjaga diri, terutama di zaman sekarang ketika banyak hal baru datang melalui ilmu dan teknologi.
Ia mengajak umat untuk tetap teguh dalam iman, karena tidak semua perkembangan membawa kebaikan jika tidak disertai dengan kebijaksanaan.
“Sekarang ini banyak hal baru. Banyak orang pintar, banyak teknologi. Tetapi kita harus berjuang menjaga diri, menjaga iman, menjaga hati. Karena tanpa iman, manusia bisa kehilangan arah,” tegasnya.
Pastor Jacob juga menyinggung tentang kehidupan bersama dalam masyarakat. Menurutnya, manusia tidak bisa hidup sendiri, tetapi dalam hubungan dengan orang lain sering muncul keraguan, luka, dan kesalahpahaman.
Karena itu umat diajak untuk membangun relasi dengan dasar kasih, kejujuran, dan kepercayaan.
“Dalam hubungan dengan sesama, kita tidak selalu bisa membuktikan semuanya dengan kata-kata. Tetapi kita bisa menunjukkan kebenaran melalui sikap, melalui kesetiaan, dan melalui kasih,” ujarnya.
Mengakhiri homilinya, Pastor Jacob mengajak umat untuk memanfaatkan masa Prapaskah sebagai waktu untuk memperbaiki diri, memperdalam iman, dan kembali kepada Tuhan.
Menurutnya, semua ilmu, pengalaman, dan perjuangan hidup pada akhirnya harus mengarah pada satu tujuan, yaitu keselamatan.
“Kita belajar, kita bekerja, kita berjuang, tetapi tujuan akhir kita adalah keselamatan. Karena itu, mari kita gunakan masa Prapaskah ini untuk memperbarui hidup kita dan semakin dekat dengan Tuhan,” tutup Pastor Jacob.
(Riko)
Langsung ke konten












