banner 600x160
AgamaBerita TerbaruDaerahNusa UtaraSangiheSulawesi Utara

Mengapa Iman Kebangkitan Tak Pernah Padam? Ini Penjelasan Pastor Jacob

×

Mengapa Iman Kebangkitan Tak Pernah Padam? Ini Penjelasan Pastor Jacob

Sebarkan artikel ini

TAHUNA, MANADONEWS.CO.ID — Di tengah kenyataan bahwa tidak ada satu pun saksi mata peristiwa penyaliban Yesus yang masih hidup hingga kini, iman akan kebangkitan Kristus justru tetap bertahan dan terus berkembang. Dalam homilinya pada perayaan Hari Raya Paskah di Stasi Hati Kudus Bahoi, Minggu (05/04/2026), Pastor Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna, RD. Jacob Adilang, Pr mengungkap dua kekuatan utama yang menjaga iman tersebut tetap hidup: Ekaristi dan kasih persaudaraan.

Mengacu pada kisah Injil Yohanes, Pastor Jacob menyoroti pengalaman Maria Magdalena yang datang ke kubur dengan cinta, namun justru menemukan kekosongan.

MANTOS

“Reaksi pertama Maria bukan iman, tetapi kebingungan. Ia berkata Tuhan telah diambil dan tidak tahu di mana diletakkan. Ini sangat manusiawi,” jelasnya.

Hal yang sama, lanjutnya, dialami para murid seperti Petrus dan Yohanes. Mereka berlari ke kubur, melihat tanda-tanda, namun belum langsung memahami kebangkitan.

“Yang mereka percaya saat itu bukan bahwa Yesus bangkit, tetapi bahwa kubur itu kosong. Iman mereka masih dalam tahap tanda tanya,” ujarnya.

Menurut Pastor Jacob, secara logika manusia, kabar kebangkitan sangat mudah diragukan dan bahkan rawan diselewengkan sejak awal. Namun fakta menunjukkan sebaliknya.

“Kalau hanya mengandalkan logika, seharusnya Gereja sudah tidak ada. Tetapi hari ini, lebih dari 1,4 miliar umat Katolik tetap percaya dan merayakan Paskah,” tegasnya.

Ia kemudian menjelaskan, kekuatan pertama yang menjaga iman tersebut adalah Ekaristi. Mengacu pada kesaksian Petrus dalam Kisah Para Rasul, para rasul mengalami perjumpaan nyata dengan Kristus yang bangkit melalui makan bersama.

“Para rasul berkata, kami makan dan minum bersama Dia setelah Ia bangkit. Itulah Ekaristi. Di situlah kita terus berjumpa dengan Kristus yang hidup,” ungkapnya.

Kekuatan kedua, lanjut Pastor Jacob, adalah hidup dalam kasih dan persaudaraan sebagaimana ditegaskan Rasul Paulus dalam surat kepada jemaat di Kolose.

“Kalau kita sungguh percaya Kristus bangkit, maka hidup kita harus berubah. Tidak ada lagi permusuhan, tetapi kasih, kerukunan, dan damai,” katanya.

Ia menegaskan, iman akan kebangkitan tidak cukup hanya diwartakan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan nyata umat.

“Dunia tidak hanya membutuhkan cerita tentang kebangkitan, tetapi harus melihat kebangkitan itu nyata dalam hidup kita,” tutup Pastor Jacob.

Perayaan Paskah di Stasi Hati Kudus Bahoi berlangsung khidmat, dengan partisipasi umat yang tetap tinggi sebagai wujud iman kepada Kristus yang bangkit. (Riko)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d