AIRMADIDI, Manadonews.co.id – Bupati Kabupaten Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, S.E., M.A.P., M.Si., secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. Agenda penting ini dilaksanakan dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Utara pada Kamis (09/04/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Minut, Vonny Adel Rumimpunu, didampingi Wakil Ketua Edwin Maurits Nelwan dan Cintya Erkles. Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran anggota DPRD, para kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), serta unsur Forkopimda Minahasa Utara.
Dalam sambutannya, Bupati Joune Ganda memberikan apresiasi tinggi kepada DPRD atas peran aktifnya dalam menjalankan fungsi pengawasan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara legislatif dan eksekutif adalah fondasi utama untuk menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Bupati menekankan komitmen Pemkab Minut untuk tegak lurus mendukung Program Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan pemerintah pusat. Salah satu yang menjadi primadona adalah Program Bedah Rumah: Bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat kurang mampu guna meningkatkan kualitas hidup warga Minahasa Utara.
Hal lainnya soal Stabilitas Ekonomi: Target menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil di atas 5% melalui sinergi lintas sektor, serta Pelayanan Publik: Peningkatan kualitas layanan yang lebih responsif dan mudah diakses masyarakat.
Dalam momentum yang sama, DPRD Minut juga menetapkan perubahan Keputusan DPRD Nomor 1 Tahun 2026 terkait penyesuaian kegiatan masa persidangan. Langkah ini diambil agar lembaga legislatif tersebut semakin optimal dan responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Usai rapat, saat ditemui awak media, Bupati yang akrab disapa JG ini memberikan penjelasan mendalam mengenai tantangan tahun 2026. Ia menyoroti kondisi geopolitik dunia, khususnya konflik di Timur Tengah yang memberikan dampak ekonomi secara global.
“Sejak tahun 2025, pemerintahan JG-KWL telah memasuki kondisi yang cukup menantang hingga awal 2026 ini. Dampak perang di Timur Tengah sangat terasa secara global. Kami berkomitmen untuk bekerja lebih keras lagi guna mengantisipasi kemungkinan kelangkaan gas serta bahan bakar minyak (BBM),” ujar Bupati Joune Ganda.
Meskipun dampak signifikan belum sepenuhnya dirasakan di daerah, Bupati menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian pertemuan strategis sebagai langkah mitigasi. Hal ini dilakukan demi memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya permintaan setiap harinya.
Melalui semangat kebersamaan ini, Kabupaten Minahasa Utara optimistis mampu melangkah maju menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (VM)
Langsung ke konten












