banner 600x160
Berita TerbaruBerita UtamaManado

Dari Ruang Musik ke Ruang Sejarah: Kiprah Elton Sukiman Lewat Xuki Media

×

Dari Ruang Musik ke Ruang Sejarah: Kiprah Elton Sukiman Lewat Xuki Media

Sebarkan artikel ini

Manado, MN – Di tengah derasnya arus konten digital, muncul sosok kreator lokal yang memilih jalur berbeda: merawat ingatan sejarah daerah. Elton Luis Enriko Sukiman, seorang guru musik di Manado, justru menemukan panggilan lain di luar dunia nada, yakni menghidupkan kembali kisah-kisah masa lalu Sulawesi Utara melalui platform digital yang ia bangun sendiri, Xuki Media.

Lahir dari pasangan Denny Zakaria Jantje Sukiman dan Jeane Roosye Sumakul, Elton tumbuh dengan kedekatan pada nilai-nilai budaya Minahasa. Ketertarikannya pada sejarah bermula dari hal sederhana: foto-foto tua. Salah satu yang paling membekas adalah gambar lama Gereja Langowan, sebuah potret yang membangkitkan rasa ingin tahu tentang masa lalu tanah kelahirannya.

MANTOS

Minat itu semakin dalam ketika sang kakek, yang berasal dari Desa Kumelembuay, Minahasa Selatan, menitipkan buku sejarah kepadanya. Dari situlah, Elton mulai menelusuri jejak-jejak lama, membaca, dan merangkai ulang cerita yang perlahan membentuk perspektifnya tentang identitas lokal.

Lewat Xuki Media, Elton mengemas sejarah tidak sebagai sesuatu yang kaku, melainkan hidup dan dekat dengan generasi masa kini. Ia memproduksi konten berbasis storytelling, menampilkan foto-foto arsip, hingga mengulas kisah-kisah yang jarang terangkat ke permukaan. Pendekatan ini membuat sejarah terasa lebih personal dan mudah diakses, terutama oleh anak muda.

Sebagai ayah dari dua anak, Elton juga membawa nilai-nilai keluarga dalam perjalanannya. Ia mengaku memiliki garis keturunan dari seorang walian Minahasa figur spiritual dan adat yang dihormati. Latar belakang ini turut memperkaya sudut pandangnya dalam melihat sejarah, tidak hanya sebagai peristiwa, tetapi juga sebagai warisan nilai dan kepercayaan.

Salah satu topik yang paling menarik perhatiannya adalah kisah penemuan kembali Watu Pinawetengan, situs penting dalam sejarah Minahasa yang sarat makna tentang asal-usul dan pembagian wilayah leluhur. Baginya, cerita seperti ini bukan sekadar legenda, melainkan bagian dari identitas kolektif yang perlu terus dikenalkan.

Namun, perjalanan membangun Xuki Media tidak selalu mulus. Elton menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan sumber sejarah yang valid hingga perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Kritik dan perdebatan kerap muncul, terutama ketika membahas sejarah yang memiliki banyak versi.

“Di situ justru letak tantangannya,” ujarnya. “Bagaimana kita bisa menyajikan konten yang menarik, tapi tetap bertanggung jawab secara historis.”

Meski demikian, Elton tetap optimistis. Ia percaya bahwa kolaborasi antar komunitas, ditambah dengan pemanfaatan teknologi digital, dapat menjadi kunci untuk menjaga eksistensi budaya lokal di tengah globalisasi.

Lebih jauh, ia melihat gerakan ini tidak hanya berdampak pada pelestarian identitas, tetapi juga membuka peluang bagi sektor pariwisata daerah.

Ketika masyarakat, terutama generasi muda, mulai tertarik mengenal sejarahnya, maka akan tumbuh rasa memiliki yang pada akhirnya mendorong eksplorasi lebih luas terhadap potensi daerah.

Apa yang dilakukan Elton melalui Xuki Media menjadi contoh bagaimana sinergi antara tradisi dan teknologi dapat berjalan beriringan. Di tangannya, sejarah bukan lagi sekadar cerita lama, melainkan jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan.(red)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d