AMURANG, Manadonews.co.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyatakan keprihatinan mendalam atas berulangnya kecelakaan lalu lintas di ruas jalan Tanawangko–Maruase (Munte). Menanggapi kondisi darurat tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan keselamatan publik melalui langkah taktis jangka pendek dan solusi permanen jangka panjang.
Kecelakaan terbaru yang memicu respons cepat ini dilaporkan terjadi pada Selasa, 14 April 2026, sekitar pukul 15.30 WITA. Insiden tersebut menambah daftar panjang kecelakaan di “jalur tengkorak” tersebut, yang sering kali dipicu oleh medan jalan yang ekstrem dan kemiringan yang tajam.
Meskipun ruas jalan tersebut berstatus jalan nasional di bawah kewenangan pemerintah pusat, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE, melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulut, Jemmy Ringkuangan, AP, M.Si, menegaskan bahwa Pemprov tidak akan tinggal diam.
”Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Pemerintah hadir dan bertanggung jawab. Kami terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut guna mempercepat penanganan di lokasi,” ujar Jemmy Ringkuangan dalam keterangan resminya, Rabu (15/4/2026).
Pemprov Sulut telah menyusun peta jalan penanganan yang terbagi menjadi empat poin utama:

Salah satu poin yang menarik perhatian adalah usulan pembangunan terowongan pada titik-titik paling rawan di Munte. Jemmy menjelaskan bahwa opsi ini tengah dikaji secara mendalam dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan pembiayaan.
”Pemerintah tidak menunda penanganan ini. Kami bergerak simultan; penanganan risiko di lapangan jalan terus, sementara solusi jangka panjang seperti tol dan terowongan sedang dikaji bersama pusat agar memberi rasa aman yang berkelanjutan bagi warga,” tegasnya.
Menutup keterangannya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengimbau seluruh pengguna jalan yang melintasi jalur Tanawangko–Maruase agar meningkatkan kewaspadaan terutama saat cuaca hujan.
Selanjutnya, memperhatikan kondisi mobil (khususnya sistem pengereman) sebelum melakukan perjalanan, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada.
Pemerintah berkomitmen agar setiap pembangunan yang dilakukan di Sulawesi Utara tidak hanya bertujuan untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjamin keamanan jiwa setiap warga yang melintas. (**Jrp)












